Widya Pratiwi Gaungkan Semangat Persatuan di Kota Ambon, Ajak Warga Tangkal Hoaks Lewat 4 Pilar Kebangsaan
Ambon, Salawaku– Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Widya Pratiwi, terus mengintensifkan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di berbagai daerah di Maluku.
Kali ini menyasar Kota Ambon dan sejumlah kabupaten lainnya.
Di kota Ambon, Giliran di kawasan Wainitu Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon yang digelar , pada 9 Februari 2026.
Dalam pertemuan bersama warga, Widya menekankan pentingnya pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — sebagai fondasi utama menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran hoaks.
Menurutnya, isu-isu bernuansa agama, suku, dan ras kerap dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk memecah belah persaudaraan yang telah lama terjalin di Maluku.
“Empat Pilar ini adalah norma dasar bagi katong samua. Di tengah derasnya hoaks yang menyasar isu agama, suku, dan ras, katong harus tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan agar persaudaraan yang sudah dibangun sejak lama tetap terjaga,” tegas Widya di hadapan masyarakat.
Srikandi PAN dari daerah pemilihan Maluku itu juga mengajak warga, khususnya kaum ibu, untuk terus menanamkan rasa cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa pemahaman terhadap dasar-dasar negara menjadi benteng agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.
Widya turut menyoroti pentingnya menjaga falsafah hidup orang Maluku yang menjunjung tinggi persaudaraan dalam keberagaman. Nilai “laeng sayang laeng” serta ikatan Pela-Gandong, kata dia, selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Katong orang Maluku sudah terbiasa hidup dalam perbedaan suku dan agama. Jangan sampai budaya orang basudara ini rusak hanya karena isu-isu yang sengaja dimainkan. Pela-Gandong adalah kekuatan katong, dan itu sejalan dengan nilai kebangsaan,” tutupnya.
Melalui sosialisasi ini, Widya berharap semangat persatuan dan nasionalisme terus mengakar kuat di tengah masyarakat Maluku, sekaligus menjadi tameng dalam menghadapi tantangan zaman.


