Sesama Warga Kompleks STAIN Terlibat Bentrok, Rumah dan Cafe Terbakar
Ambon, Salawaku– Sesama warga masyarakat di kompleks STAIN Kota Ambon, Rabu (27/11/2025) terlibat bentrok.
Kejadian itu terjadi sekitar pukul 23.20 WIT, yang mana berawal dari adanya pelemparan atap rumah milik warga di RT/RW 10/17 diduga dilakukan oleh OTK hingga pada pukul 02.20 WIT, warga mulai terkonsentrasi di pertigaan Indomaret Jembatan Jodoh.
Saat itu sempat terjadi pelemparan batu ke arah perkampungan warga sehingga terjadi aksi saling lempar antar sesama warga
Aksi saling lempar batu kemudian terus berlanjut hingga menggunakan panah maupun parang (sajam).
Personel Satbrimobda Maluku 10 anggota yang berada di Pospam tepat pada pertigaan Jembatan Jodoh mencoba untuk menghalangi massa namun karena banyaknya massa (100 orang) dari kedua kelompok yang bertikai mengakibatkan personel Satbrimobda Maluku kesulitan mengendalikan massa.
Aksi masih betlanjut sekitar pukul 03.00 WIT saling serang hingga terjadinya pembakaran terhadap bangunan Cafe Ceria milik Sdr. Faisal Serang yang berada tidak jauh dari depan Indomaret hingga berlanjut lagi pembakaran salah satu rumah milik warga di depan Kampus UIN AMSA milik Sdr. Muhammad Marasabessy.
Anggota Pos Pam Brimobda mencoba menghalau massa dengan menembakan beberapa kali gas air mata, namun massa terus melakukan aksi saling serang dan terjadi perlawanan dengan menggunakan parang (sajam) kepada anggota Pospam Satbrimobda Maluku namun anggota berhasil memukul mundur massa.
Paginya pukul pukul 05.20 WIT personil Ditsamapta polda Maluku dikerahkan untuk menambah memperkuat untuk menghalau massa ditambah personil Satbrimobda Maluku yg dipimpin oleh Kompol Muhammad Saleh merupakan Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Maluku.
Hingga pukul 06.00 WIT aparat kepolisian berhasil meredam kelompok masa dan mengarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Janet Luhukay membenarkan kejadian itu.
Menurut kasi humas pada Pukul 06.57 WIT, situasi di lokasi sudah berangsur-angsur kondusif, dan sudah dapat dilewati oleh kendaraan serta aktifitas warga masyarakat berjalan normalSesama Warga Kompleks STAIN Terlibat Bentrok
Ambon, Salawaku- Sesama warga masyarakat di kompleks STAIN Kota Ambon, Rabu (27/11/2025) terlibat bentrok.
Kejadian itu terjadi sekitar pukul 23.20 WIT, yang mana berawal dari adanya pelemparan atap rumah milik warga di RT/RW 10/17 diduga dilakukan oleh OTK hingga pada pukul 02.20 WIT, warga mulai terkonsentrasi di pertigaan Indomaret Jembatan Jodoh.
Saat itu sempat terjadi pelemparan batu ke arah perkampungan warga sehingga terjadi aksi saling lempar antar sesama warga kemudian terus berlanjut hingga menggunakan sajam.
Personel Satbrimobda Maluku 10 anggota yang berada di Pospam tepat pada pertigaan Jembatan Jodoh mencoba untuk menghalangi massa namun karena banyaknya massa (100 orang) dari kedua kelompok yang bertikai mengakibatkan personel Satbrimobda Maluku kesulitan mengendalikan massa.
Aksi masih betlanjut sekitar pukul 03.00 WIT saling serang hingga terjadinya pembakaran terhadap bangunan Cafe Ceria milik Sdr. Faisal Serang yang berada tidak jauh dari depan Indomaret hingga berlanjut lagi pembakaran salah satu rumah milik warga di depan Kampus UIN AMSA milik Sdr. Muhammad Marasabessy.
Anggota Pos Pam Brimobda mencoba menghalau massa dengan menembakan beberapa kali gas air mata, namun massa terus melakukan aksi saling serang dan terjadi perlawanan dengan menggunakan parang (sajam) kepada anggota Pospam Satbrimobda Maluku namun anggota berhasil memukul mundur massa.
Paginya pukul pukul 05.20 WIT personil Ditsamapta polda Maluku dikerahkan untuk menambah memperkuat untuk menghalau massa ditambah personil Satbrimobda Maluku yang dipimpin oleh Kompol Muhammad Saleh merupakan Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Maluku.
Hingga pukul 06.00 WIT aparat kepolisian berhasil meredam kelompok masa dan mengarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Janet Luhukay membenarkan kejadian itu.
Menurut kasi humas pada Pukul 06.57 WIT, situasi di lokasi sudah berangsur-angsur kondusif, dan sudah dapat dilewati oleh kendaraan serta aktifitas warga masyarakat berjalan normal.


