Rencanakan Berbagai Pelatihan Bagi Warga Binaan, Kalapas Namlea Mengundang Kepala BLK Buru
Namlea, Salawaku – Dalam beberapa waktu kedepan nanti, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea akan mengadakan berbagai pelatihan keterampilan berbasis kompetensi bagi warga binaan dengan melibatkan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Buru. Untuk mematangkan persiapan pelatihan tersebut, Kalapas Namlea mengundang Kepala BLK Kab. Buru, Maryam Karepesina, Jumat (18/7/2025).
Bersama dengan Kepala Lapas Namlea, M. Marasabessy, Kasubsi Pembinaan, Mustafa La Abidin, kedua belah pihak membahas berbagai aspek teknis terkait pelatihan yang rencananya akan dilaksanakan nanti.
“Kami berencana mengadakan pelatihan bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan mereka di berbagai bidang. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyusun perencanaan dan program kegiatan hingga dapat terlaksana dengan baik,” ujar Kalapas.
Dalam perbincangan itu, Lapas Namlea bermaksud menggelar pelatihan keterampilan yang berbeda dan lebih produktif dibanding tahun-tahun sebelumnya diantaranya seperti pelatihan pengelasan, meubelair, otomotif, dan pelatihan tekstil atau jahit-menjahit serta kegiatan keterampilan lainnya.
“Pengelasan sendiri sudah sering kita laksanakan pelatihannya, dan beberapa warga binaan disini sudah pernah mengikutinya, mungkin di tahun ini kita bisa tambah bidang – bidang lain agar wawasan keterampilan warga binaan semakin luas dan bisa menguasai banyak keahlian,” lanjut Marasabessy.
Sementara itu, Kepala BLK Kab. Buru, Maryam Karepesina, menyampaikan sebagai salah mitra kerja sama Lapas Namlea dalam memberikan pelatihan keterampilan dan kompetensi warga binaan, sudah tentu pihaknya siap memfasilitasi dan mendukung kegiatan pelatihan tersebut dengan menyediakan tenaga instruktur profesional yang ahli dalam bidangnya.
“Kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan para instruktur. Dalam waktu dekat, kami juga akan melakukan pemetaan berdasarkan gambaran yang diberikan oleh pihak Lapas dan melihat secara langsung untuk lokasi dan fasilitas yang tersedia saat ini,” ungkap Maryam.
Ia juga menegaskan komitmen BLK untuk memberikan pelatihan yang berkualitas, sehingga warga binaan benar-benar mendapatkan keterampilan yang bermanfaat.
“Tujuan dari adanya pelatihan-pelatihan ini, agar warga binaan juga bisa belajar dan memiliki pengalaman dalam dunia kerja maupun industri. Apabila keterampilan seperti mengelas, pertukangan atau mebel sudah mereka kuasai nantinya akan kami berikan sertifikat yang bisa menjadi modal penting bagi mereka ketika sudah bebas, diantaranya memberikan peluang bagi mereka dalam mencari pekerjaan atau berwira usaha sendiri sesuai dengan bidang yang mereka tekuni,” pungkasnya.
Perencanaan pelatihan keterampilan yang diusung Lapas Namlea bersinergi dengan BLK Kabupaten Buru ini juga merupakan komitmen Lapas Namlea dalam meningkatkan pola pembinaan kemandirian dan memberdayakan warga binaan dalam kegiatan produksi berbasis UMKM, sesuai dengan wacana dan instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam 13 Program Akselerasi.


