Perkuat Pembinaan Kerohanian, Lapas Geser Gandeng KUA Seram Timur Gelar Maulid Nabi

Geser, Salawaku– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui sinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seram Timur.

Kolaborasi tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (9/9/2026), khusus bagi warga binaan beragama Islam di Lapas Geser.

Persiapan kegiatan dibahas saat Staf Subseksi Pembinaan Lapas Geser, Randi Wamnebo, bersama peserta magang Sahrul Sidik Keli-Keli, melakukan koordinasi langsung dengan KUA Kecamatan Seram Timur, Senin (7/9/2026).

Kedatangan jajaran Lapas Geser disambut Penyuluh Agama Islam KUA Seram Timur, Ibrahim Rumonin. Pertemuan tersebut membahas kesiapan pelaksanaan kegiatan sekaligus penguatan program pembinaan keagamaan bagi warga binaan.

Randi mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus mampu memberikan pembelajaran spiritual sekaligus mendorong perubahan sikap dan perilaku warga binaan.

“Peringatan Maulid Nabi diharapkan dapat memberikan nilai guna, menanamkan keteladanan akhlak Rasulullah SAW, serta memberikan dampak positif bagi perubahan perilaku warga binaan agar mereka siap kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Penyuluh Agama Islam KUA Seram Timur, Ibrahim Rumonin, menyambut positif langkah Lapas Geser membangun koordinasi dengan pihaknya.

Ia memastikan KUA Seram Timur siap mendukung pelaksanaan Maulid Nabi sekaligus memberikan pendampingan keagamaan kepada warga binaan.

“Pembinaan kerohanian merupakan tanggung jawab bersama. Kami siap memberikan pendampingan keagamaan agar pesan kebaikan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat tersampaikan dengan baik,” ungkap Ibrahim.

Menurutnya, pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan memiliki peran penting dalam memberikan bekal moral dan spiritual kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Koordinasi tersebut turut memberikan pengalaman bagi Sahrul Sidik Keli-Keli selaku peserta magang di Lapas Geser.

Ia menilai keterlibatan dalam kegiatan lapangan memberikan pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mendukung pelayanan publik dan pembinaan warga binaan.

“Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami. Kami dapat melihat langsung bagaimana kerja sama antarinstansi memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam pembinaan warga binaan, tetapi juga mempererat hubungan antara lapas dan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, mengapresiasi langkah jajarannya yang bergerak cepat membangun komunikasi dengan KUA Seram Timur.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bagian dari keberlanjutan program pembinaan kepribadian yang diharapkan memberikan manfaat bagi warga binaan, baik selama berada di dalam lapas maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada KUA Seram Timur atas keterbukaan dan dukungannya. Peringatan Maulid Nabi ini diharapkan menjadi ruang refleksi diri dan pemulihan mental bagi warga binaan,” kata Nober.

Ia menambahkan, pembinaan kerohanian yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik, bertakwa dan produktif ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Sinergi Lapas Geser dan KUA Seram Timur ini diharapkan tidak berhenti pada peringatan Maulid Nabi, tetapi berlanjut dalam berbagai program bimbingan keagamaan.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif, humanis dan berorientasi pada perubahan positif bagi warga binaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *