Daerah

Pastikan Steril Narkoba, Lapas Wahai Perketat Pemeriksaan Urine Tahanan Baru

Wahai, Salawaku– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus perkuat komitmennya dalam memerangi peredaran narkotika di lingkungan Pemasyarakatan lewat program Warga Binaan Bersih Narkoba (Warna Benar).

Sebagai langkah nyata deteksi dini, pihak Lapas memperketat prosedur penerimaan dengan mewajibkan pemeriksaan tes urine bagi dua tahanan baru, Rabu (14/1).

Pemeriksaan yang dilakukan di ruang kesehatan Lapas Wahai itu untuk memastikan setiap pelanggaran hukum yang masuk ke blok hunian benar-benar bersih dari zat adiktif sekaligus sterilisasi lingkungan Lapas dari pengaruh narkoba. Skrining terhadap kedua tahanan baru tersebut berjalan aman dan tertib dengan pengawasan ketat dari petugas pengamanan.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan pengetatan ini adalah komitmen dalam menciptakan lingkungan Lapas yang bersih dari narkoba.

Baca juga :  Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian

“Kami tidak memberikan toleransi sedikitpun terhadap narkoba. Pemeriksaan urine bagi dua tahanan baru adalah instrumen krusial untuk memastikan mereka yang masuk ke Lapas Wahai dalam kondisi steril. Ini adalah langkah awal yang menentukan keberhasilan pengamanan ke depannya,” tegasnya.

Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menjelaskan hasil tes urine ini sangat berpengaruh terhadap pemetaan program pembinaan bagi tahanan yang akan menjadi Warga Binaan usai inkracht. “Data dari tes urine ini akan menjadi acuan kami. Jika ditemukan indikasi penggunaan zat terlarang, kami akan segera melakukan langkah medis dan pembinaan mental yang lebih intensif agar selama masa pidana, mereka benar-benar bisa pulih dan mengikuti program pembinaan dengan maksimal,” ujarnya.

Baca juga :  Kalapas Tual Ikut Penyusunan Target Kinerja dan Program Aksi Tahun 2026

Langkah tegas Lapas Wahai ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia mengingatkan deteksi dini adalah kunci utama dalam menjaga integritas institusi Pemasyarakatan di wilayah Maluku.

“Pengetatan skrining urine terhadap setiap tahanan baru merupakan implementasi nyata berantas narkoba sesuai 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2016. Kita harus memastikan seluruh Lapas di wilayah Maluku tetap bersih dari segala bentuk praktik penyalahgunaan narkotika agar aman dan kondusif,” tegas Ricky.

Melalui Program inovasi Warna Benar, Lapas Wahai menegaskan pemberlakuan ini secara konsisten bagi setiap pelanggar hukum, mulai dari masuk, menjalani pidana, hingga bebas dari Lapas.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *