Momen Unik Jumat Berkah, Lapas Wahai Berikan Tali Asih bagi Keluarga Pegawai

Wahai, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menghadirkan suasana berbeda melalui pemberian tali asih kepada keluarga pegawai pada Jumat (17/7).

Bertempat di aula Lapas, momen unik dan membahagiakan ini ditujukan bagi empat orang petugas yang secara serentak dikaruniai anak pertama dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

​Menanggapi kebahagiaan tersebut, Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya, menyerahkan secara langsung tali asih kepada perwakilan keluarga keempat pegawai. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian institusi dalam menjaga kesejahteraan emosional dan moril para pegawai yang senantiasa loyal melaksanakan tugas di balik tembok pemasyarakatan.

​”Ini adalah anugerah sekaligus kebahagiaan bagi seluruh keluarga besar Lapas Wahai. Kami ingin memastikan bahwa institusi hadir tidak hanya dalam urusan pekerjaan, tetapi juga mendukung kesejahteraan keluarga para pegawai. Momen yang terjadi secara bersamaan ini sangat unik. Semoga menjadi berkah bagi keluarga dan memotivasi kinerja rekan-rekan kita,” ujar Tersih.

​Pemberian bingkisan ini disambut hangat oleh empat petugas tersebut, yakni Taufan Wally, Markus Sadi, Jordi Laisina, dan Jonson Patty. Mereka menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh pimpinan serta rekan kerja. Dukungan ini dinilai sangat berarti dalam membantu pemenuhan kebutuhan pascapersalinan, sekaligus menambah semangat mereka dalam menjalankan tugas pengamanan maupun administrasi di Lapas.

​”Alhamdulillah, kami merasa sangat bersyukur mendapat perhatian di Jumat Berkah ini dari seluruh keluarga besar Lapas Wahai pada momen kelahiran anak pertama kami,” ucap Taufan yang didampingi oleh sang istri.

​Hal senada disampaikan oleh Markus yang mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kepedulian dari pimpinan dan rekan-rekan kerja menjadi suntikan semangat baru bagi kami untuk memberikan performa terbaik dalam bertugas. Saya dan istri sangat berterima kasih,” ungkap Markus.

​Apresiasi serupa juga diutarakan oleh dua petugas lainnya. “Perhatian luar biasa ini membuat kami merasa sangat dihargai, bukan hanya sebagai petugas tetapi juga sebagai bagian dari satu keluarga besar. Terima kasih banyak atas kebaikan dan kepedulian ini,” tambah Jonson.

​Senada dengan yang lain, Jordi ikut menyampaikan harapannya. “Semoga kehangatan dan rasa kekeluargaan yang erat di Lapas Wahai ini terus terjaga, serta kehadiran putra-putri kami dapat membawa berkah bagi organisasi,” pungkas Jordi.

​Pemberian bingkisan tali asih ini merupakan bagian dari upaya Lapas Wahai dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis dan suportif. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi jajaran pegawai dalam menjaga keseimbangan antara kedisplinan kehidupan keluarga dan kedisiplinan tugas kedinasan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *