Masuk Lapas Langsung Disaring, Tiga Tahanan Baru di Wahai Jalani Tes Urine Mendadak

Wahai, Salawaku – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba kembali ditegaskan. Melalui Program Warga Binaan Bersih Narkoba (Warna Benar), petugas melakukan tes urine mendadak terhadap tiga orang tahanan baru, Selasa (27/1).

Tes urine tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan awal yang wajib dijalani setiap tahanan baru. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini guna memastikan Lapas Wahai tetap berada dalam kondisi aman, sehat, dan kondusif sejak pintu masuk.
Pemeriksaan dilaksanakan oleh petugas kesehatan Lapas Wahai sesuai dengan standar operasional prosedur, serta berada di bawah pengawasan petugas terkait untuk menjamin transparansi dan akurasi hasil.
Petugas Kesehatan Lapas Wahai, Fitri Rianti, menjelaskan bahwa kondisi fisik yang bebas dari zat adiktif merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan pembinaan.
“Kami ingin memastikan tahanan baru benar-benar dalam kondisi sehat dan bebas dari zat adiktif. Hal ini penting karena narkoba dapat memengaruhi fungsi fisik maupun saraf, sehingga berpotensi menghambat proses pembinaan,” ujar Fitri.
Senada dengan itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw, menyebutkan bahwa tes urine merupakan implementasi nyata Program Warna Benar yang diterapkan sejak tahap awal penerimaan tahanan.
“Program ini menjadi pondasi untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan rehabilitatif. Dengan memastikan tahanan baru bersih dari narkoba, proses pembinaan kepribadian dan kemandirian dapat berjalan lebih optimal. Tidak ada toleransi bagi narkoba di dalam Lapas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengapresiasi kesiapsiagaan jajarannya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian.
“Tes urine ini adalah bentuk kewaspadaan dini. Saya menegaskan bahwa Lapas Wahai harus menjadi zona putih narkoba. Melalui Program Warna Benar, kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang profesional, aman, dan bebas dari pengaruh narkotika,” tandasnya.
Usai pemeriksaan kesehatan, ketiga tahanan baru tersebut akan mengikuti masa pengenalan lingkungan (Mapenaling) sebelum ditempatkan di kamar hunian tetap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *