Maluku Bermazmur Ditutup dengan Kesaksian Kesembuhan, 20 Ribu Umat Penuhi Stadion Mandala Remaja
Ambon, Salawaku – Hari terakhir Maluku Bermazmur 2026 di Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Ambon, Jumat (23/10/2026), diwarnai sejumlah kesaksian warga yang mengaku mengalami perubahan kondisi kesehatan setelah mengikuti pelayanan doa yang dipimpin Dr. Paul Enenche dan Dr. Becky Enenche.
Di hadapan ribuan umat yang memadati stadion, beberapa peserta membagikan pengalaman mereka setelah mengikuti pelayanan tersebut. Kesaksian yang disampaikan beragam, mulai dari pembengkakan dan benjolan yang diklaim tidak lagi dirasakan hingga perubahan kondisi kesehatan yang sebelumnya mengganggu aktivitas mereka.
Salah seorang perempuan mengaku pembengkakan yang dialaminya selama dua tahun kini telah mengempis. Kesaksian serupa disampaikan seorang ibu yang menyebut benjolan pada bagian leher yang selama ini dianggap sebagai gondok tidak lagi dirasakannya.
Ada pula seorang perempuan yang mengaku telah memiliki benjolan sejak masih duduk di bangku kuliah. Setelah mengikuti pelayanan doa, ia merasakan perubahan pada bagian tubuh yang selama ini dikeluhkannya.
“Benjolan saya sejak kuliah, tetapi malam ini saya rasakan sudah tidak ada lagi,” tuturnya.
Kesaksian lain datang dari seorang perempuan yang mengaku mengalami keram di bagian dada selama 11 tahun. Ia mengatakan kondisinya terasa lebih baik setelah mengikuti pelayanan doa.
Perempuan itu juga menceritakan keluhan lain yang dialaminya dalam beberapa hari terakhir, termasuk muntah darah. Ia mengaku tidak lagi merasakan sakit seperti sebelumnya dan menyebut benjolan pada payudara kirinya sudah tidak dirasakan.
Sementara itu, seorang perempuan lainnya mengungkapkan perjuangannya menghadapi penyakit pada rahim yang menurut pengakuannya telah dialami selama dua tahun. Ia mengatakan rasa sakit yang dirasakannya semakin bertambah sebelum datang mengikuti Maluku Bermazmur.
Setelah mengikuti pelayanan, perempuan tersebut mengaku merasakan perubahan pada kondisinya.
Kesaksian yang tidak kalah mengharukan datang dari seorang ibu yang menggendong anak laki-lakinya. Ia mengungkapkan bahwa benjolan yang dialami sang anak selama ini memengaruhi kemampuannya berbicara. Namun, menurut pengakuannya, setelah mengikuti pelayanan tersebut, anaknya mulai mengucapkan kata “papa” dan “mama”.
Berbagai kesaksian itu menjadi bagian dari rangkaian Maluku Bermazmur 2026 yang menghadirkan pelayanan rohani bagi masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya.
Panitia Saksikan Perubahan Kondisi Seorang Pemuda
Ketua Panitia Maluku Bermazmur, Grisly Berhitu, mengatakan antusiasme masyarakat sepanjang kegiatan berlangsung sangat tinggi. Ia menyebut panitia menerima berbagai kesaksian dari peserta yang mengaku mengalami perubahan kondisi kesehatan setelah mengikuti pelayanan.
Salah satu pengalaman yang diceritakannya adalah seorang pemuda yang sebelumnya dibawa keluarganya ke lokasi kegiatan dalam keadaan terbaring dan kehilangan kesadaran.
Menurut Grisly, ketika Dr. Paul Enenche hendak meninggalkan lokasi pada hari berikutnya, pemuda tersebut terlihat sudah berdiri bersama keluarganya.
“Kita melihat begitu banyak kesaksian yang luar biasa. Tadi malam ada keluarga yang datang membawa seorang pemuda yang terbaring di tempat tidur karena kehilangan kesadaran. Namun, hari ini ketika Dokter Paul akan kembali, pemuda itu sudah berdiri di depan bersama keluarganya dengan kesadaran penuh,” kata Grisly kepada wartawan di sela-sela kegiatan.
Ia mengatakan pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang membekas bagi panitia dan keluarga yang bersangkutan.
Grisly menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak hanya terlihat dari kesaksian peserta, tetapi juga dari besarnya jumlah umat yang hadir selama dua hari pelaksanaan.
Panitia menyiapkan sekitar 11.200 kursi di dalam stadion. Seluruh kursi tersebut terisi, sementara umat lainnya memenuhi tribun kiri dan kanan serta area yang tersedia.
“Dari jumlah kursi yang kami siapkan, semuanya penuh. Ditambah umat yang berada di tribun dan tim pelayanan yang terlibat, kami memperkirakan sekitar 20 ribu orang hadir, terutama pada hari terakhir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut turut didukung sekitar 1.000 anggota tim doa (prayer team) dan 1.000 konselor altar (altar counselor) yang membantu pelayanan kepada peserta.
Panitia Harap Maluku Bermazmur Kembali Digelar
Besarnya antusiasme masyarakat membuat panitia berharap Maluku Bermazmur dapat kembali diselenggarakan pada 2027.
Grisly mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertemuan rohani, tetapi juga membawa pengaruh positif bagi kehidupan masyarakat setelah rangkaian acara berakhir.
“Kita berdoa supaya akan ada Maluku Bermazmur tahun 2027. Harapan kami, kegiatan ini bukan hanya menjadi berkat selama pelaksanaannya, tetapi terus membawa dampak bagi Kota Ambon, Provinsi Maluku, bahkan Indonesia,” ungkapnya.
Ia juga berharap pesan yang disampaikan dalam pelayanan Dr. Paul Enenche dapat mendorong masyarakat untuk terus memelihara iman, membangun kehidupan yang lebih baik, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Maluku Bermazmur 2026 pun menjadi momentum berkumpulnya ribuan umat dari berbagai wilayah untuk beribadah, berdoa, dan membagikan pengalaman pribadi mereka selama mengikuti kegiatan tersebut.


