Saparua, Salawaku – Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pembinaan kemandirian warga binaan. Menjelang masa panen, warga binaan yang ditunjuk sebagai tamping kebun melaksanakan perawatan intensif terhadap tanaman sayur sawi yang dibudidayakan di area kebun dalam lapas, Jumat (9/1).
Kegiatan perawatan ini difokuskan pada tanaman sawi yang telah memasuki fase pertumbuhan akhir sebelum panen. Warga binaan tamping kebun secara rutin melakukan penyiraman, pembersihan gulma, serta pengecekan kondisi daun dan batang tanaman guna memastikan pertumbuhan tanaman tetap optimal dan menghasilkan panen yang berkualitas.
Perawatan sayur menjelang panen merupakan bagian dari pengelolaan kebun lapas secara berkelanjutan. Pemanfaatan lahan yang tersedia di dalam area lapas tidak hanya berorientasi pada proses penanaman, tetapi juga pada tahapan pemeliharaan hingga masa panen agar hasil pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kebutuhan pangan internal lapas.
Kalapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, mengatakan bahwa perawatan tanaman menjelang panen menjadi bagian penting dari proses pembinaan kemandirian warga binaan. “Melalui kegiatan ini, warga binaan belajar bertanggung jawab terhadap apa yang mereka kerjakan, mulai dari menanam hingga merawat tanaman sampai siap panen. Ini adalah proses pembelajaran yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga mempermudah pengawasan dan pengontrolan kondisi tanaman karena tanaman sayur berada di dalam area lapas. Kedekatan lokasi kebun dengan blok hunian memungkinkan tamping kebun melakukan pemantauan dan perawatan setiap hari sehingga kondisi tanaman tetap terjaga.
ML (53), warga binaan yang bertugas sebagai tamping kebun, menyampaikan bahwa perawatan menjelang panen membutuhkan perhatian ekstra. “Di tahap ini kami lebih fokus menjaga kelembapan tanah, membersihkan gulma, dan memastikan daun tidak rusak. Kalau perawatannya baik, hasil panennya juga bagus dan bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Melalui kegiatan perawatan sayur menjelang panen ini, Lapas Kelas III Saparua berharap program ketahanan pangan dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (KEMENIMIPAS), khususnya dalam mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan berdaya guna melalui pembinaan berbasis pertanian.






