HUT ke-451, Wali Kota Ambon Akui Masih Banyak Pekerjaan Rumah: Pengangguran Capai 11,37 Persen
Ambon, Salawaku- Memasuki usia ke-451 tahun, Kota Ambon mencatat sejumlah capaian pembangunan, namun masih dibayangi berbagai persoalan serius. Tingginya angka pengangguran, infrastruktur yang belum memadai, persoalan sampah hingga kerentanan bencana menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka memperingati HUT ke-451 Kota Ambon, Jumat (5/6/2026).
Menurut Wali Kota, perjalanan 451 tahun Kota Ambon bukan sekadar angka, melainkan sejarah panjang yang diwarnai perjuangan, ketangguhan, persaudaraan, keberagaman dan harapan masyarakat.
“Kita pernah mengalami masa-masa sulit, bencana, konflik sosial, tekanan ekonomi serta berbagai perubahan yang menguji ketahanan masyarakat. Namun satu hal yang tidak pernah hilang dari jati diri orang Ambon adalah semangat untuk bangkit, bergandengan tangan dan bersama-sama membangun kehidupan,” ujarnya.
Ia menegaskan, momentum HUT Kota Ambon tidak boleh berhenti sebagai perayaan seremonial. Hari ulang tahun harus menjadi ruang untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun kota.
Di tengah tantangan ekonomi global, perubahan iklim, disrupsi pangan serta kebijakan efisiensi pemerintah pusat, Pemkot Ambon dituntut merancang pembangunan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Wali Kota menyebut, hingga kuartal pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Ambon mencapai 6,09 persen, berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Maluku. Sementara inflasi year-on-year pada Juli 2026 tercatat sekitar 2,9 persen.
Sejumlah program prioritas juga mulai menunjukkan hasil.
Untuk akses air bersih, misalnya, hingga Agustus 2026 Pemkot melalui Perumda Tirta Yosua telah mengembangkan jaringan distribusi pipa sepanjang 12.116 meter di 14 lokasi, membangun dua sumur dalam dan menambah 659 pelanggan baru. Total pelanggan saat ini mencapai 14.770.
Di sektor lingkungan, volume sampah yang tertangani mencapai 176,39 ton per hari. Pemkot juga terus menambah sarana pengangkutan dan pengelolaan sampah.
Pada sektor infrastruktur jalan, pemeliharaan berkala telah dilakukan pada 17 ruas jalan, pembangunan jalan aspal di dua lokasi serta rehabilitasi enam ruas jalan.
Pemkot Ambon juga memperoleh peringkat ketiga terbaik Roads Award dan mendapatkan insentif sebesar Rp20 miliar yang akan dimanfaatkan untuk perbaikan jalan.
Namun, Wali Kota mengakui masih banyak persoalan yang belum terselesaikan.
Salah satu yang paling mencolok adalah tingkat pengangguran Kota Ambon yang masih mencapai 11,37 persen.
“Ketika kita berhasil melakukan banyak hal, kita juga harus mengakui bahwa masih terdapat banyak persoalan pembangunan yang harus kita tuntaskan,” katanya.
Selain pengangguran, persoalan lain yang disebut antara lain kualitas infrastruktur yang belum memadai, masih banyak jalan rusak dan berlubang, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah, pengelolaan sampah yang masih harus ditingkatkan serta tingginya kerentanan Kota Ambon terhadap bencana.
Ketimpangan kepadatan penduduk antarwilayah juga menjadi perhatian. Begitu pula angka kemiskinan yang masih berada di atas empat persen.
Di bidang pariwisata, Pemkot Ambon menargetkan pengembangan sedikitnya tiga kawasan wisata, yakni wisata mangrove, wisata kota dan paralayang.
Sementara dalam pembenahan birokrasi, Pemkot telah melakukan pengisian sejumlah jabatan yang kosong. Setelah HUT Kota Ambon, pemerintah daerah juga akan melantik lebih dari 290 pejabat Eselon III dan IV.
Pada sektor pelayanan publik, Indeks Reformasi Birokrasi Kota Ambon tercatat 61,30, meningkat dari predikat CC menjadi B. Nilai SAKIP juga berada pada predikat B dan laporan keuangan Pemkot Ambon kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
Pemkot juga melanjutkan pengembangan Ambon Smart City. Hasil evaluasi menunjukkan Kota Ambon memperoleh nilai 3,06 dari skala 4, sementara 57 kamera CCTV telah dipasang di sejumlah lokasi strategis untuk mendukung pengawasan dan pelayanan pemerintah.
Di sisi sosial, Pemkot telah menyalurkan bantuan kepada 836 keluarga miskin, alat bantu bagi 30 penyandang disabilitas, bantuan usaha bagi 30 keluarga miskin serta 3.098 paket sembako melalui pasar murah.
Untuk generasi muda, pemerintah memberikan perhatian melalui pelatihan konten digital, Ambon Creative Forum, bantuan modal usaha bagi 40 pemuda, peningkatan kapasitas 80 pelaku ekonomi kreatif serta expo ekonomi yang melibatkan 70 pelaku usaha muda.
Meski demikian, Wali Kota mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak sekadar mengejar realisasi program dan serapan anggaran.
“Bekerjalah dengan benar. Jangan hanya sekadar menyelesaikan program-program yang telah ditetapkan, tetapi juga menyelesaikan persoalan yang sementara dialami masyarakat. Jangan hanya mengejar serapan anggaran, tetapi pastikan anggaran yang digunakan bermanfaat bagi warga Kota Ambon,” tegasnya.
Menatap usia ke-451, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan, kebersihan, kedamaian, persaudaraan, laut dan pesisir, hutan serta fasilitas publik.
Ia juga menyerukan agar semangat orang basudara terus menjadi kekuatan utama dalam membangun Kota Ambon.
“Pembangunan adalah kerja bersama. Ambon tidak boleh berjalan sendiri. Ambon harus menjadi bagian penting dari kemajuan Maluku dan kemajuan Indonesia,” pungkasnya.

