Gubernur Maluku Respon Cepat Tututan Warga SBT

AMBON, SALAWAKU– Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa bertindak cepat merespons tuntutan Keluarga Besar Masyarakat Seram Bagian Timur (SBT) yang meminta agar sejumlah titik rawan kriminal di sepanjang kawasan Wara mendapat perhatian pemerintah untuk dipasang penerangan.

Desakan tersebut buntut dari aksi kriminal yang menimpa salah satu mahasiswa UIN A.M Sangadji asal SBT. Bagi pada demonstran, lokasi atau kawasan yang minim penerang bisa menimbulkan ancaman kriminal.

Usman Bugis, salah satu tokoh pemuda SBT mengapresiasi langkah cepat Gubernur Hendrik yang berkoordinasi dengan PLN Maluku merespons salah satu tuntutan dalam aksi beberapa hari kemarin.

“Tentu kami memberikan apresiasi bagi bapak Gubernur Maluku yang dengan cepat merespons salah satu tuntutan untuk menekan angka kriminal. Karena kondisi yang minim penerangan sangat rawan munculnya aksi krinimal, sebagaimana yang menimpa adik kami,” apresiasi Usman, Selasa malam (25/11).

Dia mengaku, sebagai kota berkembang dalam pembangunan, Ambon harus menjadi rumah yang aman dan nayaman bagi semua. Langkah Gubernur tersebut sebagai komitmen par Maluku pung Bae. Mengingat, Ambon merupakan ibu kota provinsi yang sangat majemuk.

“Respons gubernur harus dilihat sebagai komitmen menjadikan Ambon sebagai rumah semua komunitas dan kelompok sosial yang tumbuh dalam kemajemukan yang harmoni. Untuk itu, setiap jengkal Kota Ambon harus bisa memberikan kesan aman dan damai. Termasuk, sudut-sudut dan lorong-lorong diberikan penerangan agar warga merasa aman dalam beraktifitas,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Maluku, Bansa Hadi Sella menegaskan, langkah Gubernur untuk memastikan lingkungan masyarakat tehindar dari aksi-aksi kriminal saat malam hari menjadi bukti konkrit pemimpin yang mendengar masukan dari masyarakat.

“Gubernur dalam kewenangan sebagai kepala daerah dan kepala pemerintahan di Maluku harus memastikan titik-titik rawan aksi kejahatan harus mendapat pemerangan. Ini penting demi menjawab keluhan dan memberikan rasa aman bagi aktifitas warga pada malam hari,”

“Ini menunjukkan bahwa Gubernur HL merupakan tipe pemimpin yang mendengar masukan masyarakat. Apalagi, masuka itu untuk masyarakat Maluku pung Bae,” ungkapnya.

Sella berharap, penerangan titik-titik rawan terjadinya aksi kriminal bisa memberikan kenyaman bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas malam hari.

“Tentunya ini sangat membantu masyarakat. Harapan kami, penerangan pada kawasan yang dinilai rawan terjadinya aksi kriminal bisa mencegah dan memberikan kenyaman bagi masyarakat melewati kawasan tersebut apalagi saat beraktifitas malam hari,” harap dia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *