Dor To Dor, Litmas Jadi Jembatan Penghubung PK Bapas Ambon Dengan Keluarga Klien
Ambon, Salawaku– Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya keluarga klien. Litmas dor to dor bertujuan menjalin komunkasi yang humanis dengan keluarga serta memastikan proses reintegrasi sosial berjalan optimal, Jumat (18/7/2025).
Dua Pembimbing Kemasyarakatan (PK) , Yeseska Tuapetel dan Siane Johannes, turun langsung ke rumah keluarga klien untuk melakukan pengambilan Data Penelitian Kemasyarakatan (Litmas). Kegiatan ini tidak hanya sekedar bentuk pemenuhan syarat administratif, tetapi juga menjadi jembatan penghubung antara Bapas dan keluarga klien dalam membangun kepercayaan serta kedekatan secara emosional.
Yeseska Tuapetel melakukan pengambilan litmas di Desa Hative Kecil, Kecamatan Sirimau terkait pengusulan Cuti Bersyarat (CB). Dalam pelaksanaan tugesnya, yeseska membangun komunikasi yang intensif dan hangat untuk memastikan kesiapan serta dukungan keluarga klien.
“Melalui kunjungan langsung seperti ini, kami tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga membangun komunikasi yang lebih personal dengan keluarga. Ini penting agar proses integrasi bisa berjalan dengan dukungan yang kuat dari lingkungan terdekat klien,” ungkap Tuapetel
Sementara itu, Siane Johannes juga menjalankan tugas serupa dengan mengunjungi Desa Hatu, guna menggali informasi dari pihak keluarga yang bersedia menjadi penjamin klien. Kegiatan ini dilakukan secara personal dan komunikatif, memastikan bahwa setiap keluarga memiliki pemahaman menyeluruh tentang proses reintegrasi sosial.
Kepala Bapas Ambon, Ellen M. Risakotta, memberikan apresiasi terhadap langkah aktif para PK yang telah melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian.
“Pendekatan dor to dor ini adalah bentuk nyata dari pelayanan yang menjunjung nilai kemanusiaan. Litmas bukan hanya dokumen teknis, tetapi alat untuk menjembatani proses pembinaan yang menyeluruh, yang dimulai dari pemahaman langsung terhadap lingkungan keluarga,” tegas Risakotta.
Pihak keluarga klien, Setiawan menyambut dengan ramah kedatangan Petugas Bapas. “Kehadiran petugas langsung ke rumah kami membuat kami merasa dihargai dan didukung dalam proses ini. Bisa berbicara dari hati ke hati. Ini bukan cuma tentang anak kami, tapi juga tentang bagaimana kami ikut berperan,” ungkap Setiawan.


