Dinilai Lambat Tangani Pasien, Ini Penjelasan RS Bhakti Rahayu
Ambon, Salawaku– Manajemen Rumah Sakit (RS) Bhakti Rahayu Ambon menanggapi pemberitaan lambannya penanganan pasien di RS.
Menurut pihak RS, pihak RS tidak lambat dalam penanganan pasien dan tidak dibiarkan berjam-jam.
Humas RS Bhakti Rahayu Ambon, Hein Pohwain bersama Direktur dan Kasubag Umum menjelaskan bahwa informasi tersebut sangat keliru dan tidak berdasarkan fakta.
“Tidak mungkin tenaga kesehatan membiarkan pasien sampai berjam-jam tanpa penanganan. Jika pun terjadi kelalaian, tentu tidak mungkin berlangsung selama itu. Jika ada bukti foto atau rekamansilakan laporkan langsung kepada saya selaku penanggung jawab Humas. Pasti akan diberikan teguran oleh manajemen,” jelasnya, ruang pertemuan RS Bhakti Rahayu Ambon, Selasa (2/12/2025).
Pohwain mengatakan, RS Bhakti Rahayu terbuka untuk dikoreksi, namun koreksi tersebut harus didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tak hanya itu, dalam proses pemberitaan harus diimbangi dengan konfirmasi atau check and recheck dan bukan melalui klarifikasi.
“Saya melihat tidak ada proses check and recheck pada tiga berita sebelumnya. Jangan sampai berita dipublikasikan dulu, baru diklarifikasi. Ini tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik, khususnya butir 1, 2, dan 3,” tandasnya.
Pohwain yang juga pernah terjun sejak 2001 di dunia jurnalis mengingatkan bahwa wartawan memiliki tugas untuk mencari, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi secara berimbang.
Terkait tudingan bahwa pihak rumah sakit memperlambat proses rujukan pasien ke RS Siloam maupun RSUP J Leimena, Pohwain juga meluruskannya.
Ia mengaku semua proses harus berdasarkan tahapan dan standar yang ada.
“Bukan ada unsur kesengajaan untuk menghambat. Rujukan harus melalui proses pengaktifan data diri pasien. Jika rumah sakit rujukan belum menerima data, bagaimana pasien bisa diterima di sana?” akuinya lagi.
Iapun menambahkan untuk persetujuan rujukan bukanlah “izin direktur”, melainkan persetujuan DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien).
Sementara itu, terkait ruang rawat inap yang masih menggunakan kipas angin manual serta beberapa bagian ruangan yang belum dibersihkan, ia mengakui bahwa pembenahan sedang dilakukan.
“Saat ini kami sedang melakukan pengecekan dan penataan kembali. Teman-teman bisa lihat sendiri bahwa kami terus berupaya meningkatkan fasilitas sesuai kemampuan rumah sakit,” katanya lagi.
Bahkan sudah melakukan komunikasi langsung dengan pasien dan menurutnya, tidak bermaksud mengekspose kasus tersebut atau menjatuhkan rumah sakit.
“Beliau tidak punya niat untuk menjatuhkan RS Baktirahayu. Informasi itu berkembang karena dorongan dari rekan-rekan di lapangan. Beliau justru mengapresiasi pelayanan yang sudah diberikan,” jelas Pohwain lagi.
Pohwain berharap seluruh wartawan yang meliput dapat menuliskan berita secara berimbang dan mengedepankan verifikasi.
“Silakan kritik kami, kami terbuka. Tapi pastikan informasinya benar dan faktual agar tidak ada pihak yang dirugikan,” tutup pohwain.


