Ambon, Salawaku – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon melaksanakan kegiatan panen kangkung sebagai bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemberdayaan warga binaan. Kegiatan panen ini berlangsung pada Selasa (5/8/2025) di areal hidroponik LPKA Ambon.
Panen kangkung ini merupakan hasil nyata dari pelatihan hidroponik yang telah diberikan kepada anak binaan sebagai bentuk pembinaan kemandirian. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama, dan semangat produktif di kalangan anak binaan.
Kepala LPKA Ambon, Kurniawan Wawondos, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam keberhasilan kegiatan ini.
“Panen ini adalah bukti bahwa pembinaan yang terencana dan berkelanjutan dapat memberikan hasil yang konkret. Kami terus mendorong anak binaan untuk aktif, kreatif, dan memiliki keterampilan yang dapat bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kasi Pembinaan, Astrid Fifi Handayani, menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari proses pembinaan karakter dan kemandirian anak binaan.
“Program hidroponik ini bukan hanya soal menanam, tetapi tentang bagaimana anak-anak belajar merawat, tekun, dan melihat hasil dari proses yang mereka jalani,” katanya.
Salah satu petugas pembinaan yang mendampingi langsung proses dari pelatihan hingga panen, Yosi Leweharila, turut membagikan pengalamannya.
“Melihat anak-anak ini antusias, bangga dengan hasil panen mereka, itu adalah kepuasan tersendiri bagi kami. Mereka bukan hanya belajar teori, tapi langsung praktik dan melihat hasilnya,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu anak binaan yang mengikuti program ini turut merasakan manfaat dari kegiatan hidroponik.
“Awalnya beta seng bisa tanam-tanam, tapi setelah belajar, sekarang su bisa panen. Ilmu ini beta mau bawa pulang nanti waktu bebas,” ungkapnya penuh semangat.
Kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan pembinaan berbasis keterampilan di LPKA Ambon, serta kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan melibatkan partisipasi aktif warga binaan.


