Wujud Syukur Turunnya Hujan, Warga Binaan Lapas Wahai Gelar Yasinan dan Ibadah Virtual
Wahai, Salawaku– Suasana khidmat dan penuh rasa haru menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai. Sebagai ungkapan rasa syukur atas turunnya hujan usai kemarau panjang, Warga Binaan gelar serangkaian ibadah keagamaan, yakni Yasinan bagi Warga Binaan Muslim pada Kamis (15/10) malam dan ibadah virtual bagi Warga Binaan Kristiani pada Jumat (16/10) pagi.
Ibadah kali ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas terjawabnya doa meminta turunnya hujan melalui Salat Istisqa. Ibadah ini diinisiasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan diikuti secara serentak oleh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Indonesia pertengahan September 2026 lalu.
Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menjelaskan turunnya hujan merupakan rahmat nyata yang patut disyukuri bersama. Lapas Wahai terus konsisten memfasilitasi pembinaan kepribadian rohani bagi seluruh Warga Binaan tanpa memandang perbedaan.
“Yasinan di malam Jumat dan ibadah virtual pada Jumat pagi ini adalah ikhtiar kami untuk menyentuh jiwa mereka. Melalui momentum turunnya hujan, kami mengajak mereka untuk menyadari kekeliruan masa lalu, memperbanyak rasa syukur, dan berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” ujar La Joi.
Rasa syukur mendalam turut terpancar dari penuturan PA, Warga Binaan yang mengikuti jalannya ibadah dengan khusyuk. “Lewat Yasinan, saya merasa sangat damai dan bersyukur karena Tuhan telah menjawab doa meminta hujan yang kami panjatkan bersama beberapa waktu lalu. Ini menjadi momen refleksi diri bagi saya pribadi untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Swt.,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan salah satu Warga Binaan Kristiani inisial JP. “Hujan yang turun kemarin sore adalah berkat yang luar biasa. Melalui ibadah, kami bisa menyatukan hati untuk mengucap syukur sekaligus dikuatkan dalam iman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, memberikan apresiasi atas antusiasme dan kekhusyukan para Warga Binaan. Ia menegaskan pembinaan rohani merupakan pilar krusial.
“Doa bersama yang melintasi batas keagamaan baik Yasinan maupun kebaktian virtual ini adalah bukti bahwa di balik jeruji besi, nilai-nilai spiritualitas tetap tumbuh subur. Terjawabnya Salat Istisqa dan kebaktian khusus untuk memohon turunnya hujan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu mengajarkan kita semua arti optimisme dan pertobatan,” tuturnya.
Lapas Wahai berharap siraman hujan ini juga diikuti dengan bersihnya hati para Warga Binaan agar kelak siap melangkah kembali ke tengah masyarakat sebagai insan yang baru.

