Gemilang di Tingkat Nasional, 18 Anak Tanimbar Borong Beragam Gelar di Festival Model Etnik Nusantara
Ambon, Salawaku- Sebanyak 18 anak asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival Model Etnik Nusantara CCN 4 tingkat nasional.
Mewakili Kabupaten Kepulauan Tanimbar, ke-18 peserta yang berada di bawah binaan Echa Management tampil pada dua kategori perlombaan, yakni kategori A untuk usia 4–8 tahun dan kategori B untuk usia 9–12 tahun.
Pemilik Echa Management Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Frederik Leliak, kepada wartawan di Ambon, Selasa (15/9/2026) menjelaskan, kedua kategori tersebut diikuti peserta laki-laki maupun perempuan.
“Untuk kategori perlombaan itu kategori A untuk usia 4–8 tahun, sedangkan kategori B usia 9–12 tahun. Itu campur laki-laki dan perempuan,” jelas Frederik.
Dalam ajang tersebut, kontingen Tanimbar berhasil memborong berbagai penghargaan. Mulai dari juara umum, runner up, juara harapan, The Best Model, Best Talent, Best Costume, Best Performance hingga penghargaan favorit.
Salah satu prestasi tertinggi diraih Helen Nindy Rumahlaiselan dari kategori A. Helen berhasil menyabet Juara Umum, The Best Model dan Favorit Media Sosial, dengan raihan tiga piala dan satu mahkota.
Prestasi lainnya diraih Edita Junianty Futwembun yang meraih Runner Up III, serta Afiyah Asmarah dengan gelar Juara Harapan III dan Best Performance.
Kemudian Hafidzah Dzikra meraih Runner Up II dan Best Talent dengan dua piala dan satu mahkota. Naomi Cristabel Sorlury juga berhasil meraih Runner Up II.
Pada kategori B, Christiano Ridolfis Warkey meraih Runner Up II. Maria Putri Futwembun menyabet Runner Up III, sementara Agustinus Hendra Timothy Feninlambir meraih Runner Up I.
Selanjutnya, Meyrab Q. R. Melrangrengi meraih Juara Harapan II dan Best Performance.
Untuk penghargaan Best Costume, diraih Antonius Laratmase dan Angelin Nalizta Nureroan.
Sementara Allin Azaquerra Jadera meraih Best Talent, sedangkan Alfita Karunia Erupley menyabet The Best Model kategori B.
Hermanus Fenyapwain berhasil meraih Juara Umum kategori B. Kemudian Nadya Alexandra Ory meraih penghargaan The Best Post kategori B.
Prestasi lainnya diraih Justus Aurelyo Kelitadan yang menyabet Juara Harapan I dan Anna Julia Sainyakit yang meraih Juara Umum Berbakat.
Sedangkan Ayu T. N. Nuniary berhasil meraih Juara Harapan I sekaligus Best Talent dan membawa pulang dua piala.
Frederik mengatakan, capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Anak-anak daerah mampu menunjukkan kemampuan dan talenta mereka dalam kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, keikutsertaan anak-anak Tanimbar dalam ajang nasional tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui rekomendasi dari Bupati Kepulauan Tanimbar.
Ia berharap prestasi yang telah diraih tidak berhenti setelah kompetisi selesai. Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan perhatian dan ruang bagi anak-anak tersebut untuk terus mengembangkan bakat mereka.
“Harapan ke depan mungkin pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dapat melihat anak-anak ini dengan bakat dan talenta yang mereka miliki, sehingga bukan saja sebatas sampai di sini, tapi ada keberlanjutan,” harap Frederik.
Ia juga berharap anak-anak yang telah berprestasi di tingkat nasional dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan daerah, terutama event yang berkaitan dengan fashion, budaya dan modeling etnik.
“Mungkin mereka bisa dipakai di kabupaten saat ada event-event yang terkait dengan Festival Model Etnik ini. Mereka bisa memperkenalkan dunia fashion karena mereka sudah sampai di tingkat nasional,” tandasnya.

