Kalapas Geser Jadi Narasumber Utama Community of Practice Kanwil Ditjenpas Maluku, Bahas Akuntabilitas PBJ
Geser, Salawaku– Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser, Nober Hasanda, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Community of Practice yang diselenggarakan secara virtual oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, Senin (14/9). Pada forum tersebut, Kalapas Geser memaparkan materi tentang “Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah mulai dari Kebutuhan, Proses, hingga Akuntabilitas”.
Dalam pemaparannya, Nober menekankan bahwa Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) pemerintah bukan sekadar proses administratif untuk menghasilkan keluaran (output). Lebih dari itu, seluruh prosesnya harus berorientasi pada kebermanfaatan yang berdampak luas dan hasil nyata (outcome) bagi organisasi.
“Aparatur Sipil Negara tidak hanya bertindak sebagai pengguna akhir, tetapi juga wajib terlibat aktif mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga menjaga akuntabilitas anggaran. Prinsip dasar PBJ yakni efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil, akuntabel, dan harus dipegang teguh oleh setiap insan Pemasyarakatan,” tegas Nober
Nober juga menambahkan bahwa ketelitian sejak tahap perencanaan merupakan kunci utama dalam mewujudkan pengadaan yang efektif. Identifikasi kebutuhan yang tepat dan terukur akan membantu satuan kerja menentukan skala prioritas sekaligus meminimalisasi risiko pengadaan yang tidak tepat guna.
“Pengadaan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan logistik, melainkan bagaimana kita memastikan setiap proses berjalan sesuai regulasi, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemahaman komprehensif terhadap tiap tahapan ini sangat krusial agar PBJ benar-benar menopang kelancaran tugas dan fungsi pemasyarakatan,” pungkasnya.
Pada agenda yang sama, kegiatan pembinaan dan penguatan kapasitas ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak, Chatrein V. Picauly. Dalam sambutannya, Chatrein menegaskan bahwa peningkatan pemahaman jajaran terhadap pengadaan barang dan jasa merupakan pilar penting dalam mendukung tata kelola organisasi yang profesional.
“Pengadaan yang tertib dan akuntabel akan memberikan dukungan nyata terhadap kelancaran tugas pemasyarakatan. Hal yang kita bangun bukan sekadar pemahaman prosedural, melainkan kesadaran penuh untuk mengelola anggaran secara bertanggung jawab,” ujar Chatrein.
Secara terpisah, Kakanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi tertinggi atas partisipasi aktif Kepala Lapas Geser beserta seluruh peserta. Ricky menyatakan bahwa langkah ini merupakan bukti nyata komitmen jajaran Pemasyarakatan di Maluku dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan negara.
“Penguatan kapasitas seperti ini sangat krusial. Seluruh jajaran harus memahami bahwa setiap rupiah yang dialokasikan dalam pengadaan barang dan jasa wajib dipertanggungjawabkan secara fisik, administratif, maupun hukum demi kemajuan instansi,” tegas Kakanwil.
Kegiatan Community of Practice ini berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui partisipasi aktif ini, Lapas Geser mempertegas komitmennya untuk terus mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di lingkungan Kanwil Ditjenpas Maluku.

