Jajaran Pemasyarakatan Maluku Perkuat Pemahaman Sistem Pengamanan Lapas dan Rutan

Ambon, Salawaku– Jajaran pemasyarakatandi lingkungan Kantor Wilayah Direktorat JenderalPemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku memperkuat pemahaman terkait sistem pengamanan lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) melalui kegiatan Community of Practice bertajuk “Pengenalan Sistem Pengamanan Lapas Rutan”, Sabtu (12/9).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daringmelalui Zoom tersebut berlangsung pukul 13.00hingga 16.00 WIT dan diikuti oleh pegawai dilingkungan Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku. Forum ini menjadi ruang berbagi pengetahuan danpengalaman dalam mendukung pelaksanaan tugas pengamanan pada satuan kerja pemasyarakatan.

Kegiatan menghadirkan Kepala Lapas Kelas IIAAmbon, Jefry R. Persulessy, sebagai pembicara. Sementara Martial T. Marlissa, Kepala PengamananRutan Kelas IIA Ambon, bertindak sebagai moderator. Adapun pembukaan kegiatan disampaikan oleh Catherin V. Picaully, Kabid Pembimbing Kemasyarakatan.

Materi yang disampaikan memberikan pengenalan mengenai sistem pengamanan lapas dan rutan sebagai salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Pemahamanterhadap sistem pengamanan diperlukan agar petugas mampu menjalankan tugas secara tepat, terukur, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Jefry menjelaskan bahwa pengamanan merupakan bagian penting dalam memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan dengan baik.

“Pemahaman terhadap sistem pengamanan harus dimiliki setiap petugas karena menjadi dasar dalam menciptakan kondisi lapas dan rutan yang aman, tertib, dan kondusif,” ujar Jefry.

Ia juga menekankan pentingnya kesamaan pemahaman antarpetugas dalam menghadapi berbagai situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Dengan pemahaman yang sama, petugasdiharapkan mampu mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi dinamikapengamanan di lapangan,” lanjutnya.

Senada, Catherin menyampaikan bahwa kegiatan Community of Practice dapat menjadi sarana penguatan kapasitas jajaran pemasyarakatanmelalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman.

“Forum ini menjadi kesempatan bagi jajaran untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman sehingga dapat memperkuat pelaksanaan tugas pemasyarakatan,” ungkap Catherin.

Sementara itu, Martial menilai diskusi mengenaipengamanan perlu dilakukan secara berkelanjutan mengingat karakteristik dan tantangan setiap satuan kerja dapat berbeda.

“Pengamanan tidak hanya membutuhkan pemahaman terhadap prosedur, tetapi juga kesiapan petugas dalam membaca situasi dan menentukan tindakan yang sesuai,” tutur Martial.

Melalui kegiatan tersebut, jajaran pemasyarakatandiharapkan semakin memahami prinsip dan sistem pengamanan lapas serta rutan. Penguatan kompetensi petugas juga menjadi bagiandari upaya membangun pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang profesional, responsif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan keamanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *