Lapas Wahai Buka Ruang Dialog, Potensi Warga Binaan Mulai Dipetakan
Wahai, Salawaku– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wahai membuka ruang komunikasi langsung dengan warga binaan melalui program “Wali Menyapa”, Kamis (3/9/2026).
Program tersebut dilaksanakan serentak di area blok hunian dengan mempertemukan petugas yang bertindak sebagai Wali Pemasyarakatan dan warga binaan yang berada dalam bimbingannya.
Tak sekadar berdialog, kegiatan ini menjadi wadah bagi petugas untuk mendengar langsung berbagai keluhan dan kendala yang dihadapi warga binaan selama menjalani masa pidana. Di saat yang sama, petugas juga menggali bakat, minat serta keterampilan yang dimiliki setiap warga binaan.
Aspirasi dan potensi yang ditemukan selanjutnya menjadi bahan evaluasi bagi Lapas Wahai dalam menentukan program pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian yang sesuai dengan kebutuhan warga binaan.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, Usman Bakri, mengatakan komunikasi langsung menjadi bagian penting dalam memastikan layanan pemasyarakatan berjalan sesuai kebutuhan warga binaan.
“Ini komunikasi dua arah yang sangat penting. Kami ingin memastikan hak-hak warga binaan terpenuhi sekaligus mengetahui potensi apa yang bisa dikembangkan dari diri mereka,” ujarnya.
Menurut Usman, pemetaan tersebut diharapkan membuat program pembinaan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Dalam pelaksanaan “Wali Menyapa”, petugas menerima berbagai aspirasi, mulai dari layanan dasar sehari-hari hingga keinginan warga binaan mengikuti pelatihan keterampilan tertentu.
Salah satu Wali Pemasyarakatan, Frans Tepal, menilai pendekatan secara langsung dan kekeluargaan membuat warga binaan lebih terbuka menyampaikan kondisi maupun kebutuhan mereka.
“Banyak dari mereka sebenarnya memiliki keterampilan dasar yang bagus, namun belum tersalurkan. Lewat obrolan langsung seperti ini, keluhan mereka bisa cepat kami catat dan tindak lanjuti, sementara potensi yang mereka miliki langsung kami arahkan,” jelas Frans.
Bagi warga binaan, ruang dialog tersebut juga dinilai memberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara lebih terbuka kepada petugas.
Lapas Wahai berencana terus mengoptimalkan “Wali Menyapa” sebagai agenda berkala. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat komunikasi antara petugas dan warga binaan, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang kondusif sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
Dengan pendekatan tersebut, Lapas Wahai berupaya memastikan proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak, tetapi juga pada pengembangan potensi warga binaan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.

