Lomba Pemandu Museum Siwalima Jadi Wadah Generasi Muda Menghidupkan Sejarah Maluku

Ambon, Salawaku– Lomba Pemandu Museum Siwalima (LPMS) Tahun 2026 tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan antarpeserta.

Kegiatan yang digelar UPT Museum Siwalima sejak 5 Juni 2026 ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal, memahami, dan melestarikan sejarah serta warisan budaya Maluku.

Mengusung tema “Building The Future Young Voices in Museum Tour”, lomba tersebut diikuti mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Maluku.

Para peserta ditantang untuk menguasai materi sejarah, budaya, serta koleksi museum sekaligus menyampaikannya secara menarik kepada masyarakat.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPT Museum Siwalima, Helga Sahetapy, SH. MH, dalam sambutannya menegaskan bahwa LPMS bukan hanya tentang mencari pemenang, melainkan menjadi sarana pembelajaran bersama untuk menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah.

“Lomba ini harus menjadi ruang pembelajaran bagi kita semua untuk semakin memahami, menghayati, dan menyuarakan kekayaan budaya Maluku di mana pun berada,” ujar Sahetapy.

Menurutnya, para peserta memiliki peran strategis sebagai generasi penerus yang dapat membantu memperkenalkan koleksi dan nilai-nilai sejarah yang tersimpan di Museum Siwalima kepada masyarakat luas.

Ia mengajak seluruh peserta yang telah bergabung sebagai pemandu museum untuk ikut menjaga, merawat, dan menghidupkan nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam setiap koleksi museum. Dengan demikian, generasi masa kini maupun mendatang dapat terus terinspirasi dan mencintai warisan leluhur Maluku.

Memasuki tahap akhir perlombaan setelah berlangsung selama empat hari, Sahetapy juga menyampaikan apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. S. Singerin, kepada seluruh peserta, dosen pendamping, dewan juri, panitia, dan pihak-pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh peserta dari 11 kelompok yang telah menunjukkan semangat dan dedikasi luar biasa. Apresiasi juga diberikan kepada para dosen pendamping, dewan juri, serta panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini,” katanya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti lomba dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.

Di akhir sambutannya, Sahetapy menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang sekaligus memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil meraih prestasi.

“Bagi yang belum berhasil, tetaplah menunjukkan sportivitas dan jangan berhenti belajar. Teruslah berkreasi dan mempersiapkan diri lebih baik lagi di masa mendatang,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus berbagi pengetahuan tentang sejarah dan budaya Maluku kepada masyarakat serta menjadikan Museum Siwalima sebagai pusat inspirasi, edukasi, dan pelestarian warisan budaya bagi generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *