Kalapas Wahai Yakin Belanda Pecah Mitos “Juara Tanpa Mahkota” di Piala Dunia 2026

Wahai, Salawaku– Dukungan terhadap tim-tim unggulan Piala Dunia 2026 mulai bermunculan dari berbagai kalangan. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya, menjadi salah satu penggemar yang menaruh harapan besar kepada Tim Nasional Belanda untuk mengakhiri penantian panjang mereka meraih gelar juara dunia.

Bagi Tersih, Belanda bukan sekadar tim dengan tradisi sepak bola kuat, tetapi juga simbol perjuangan yang selama puluhan tahun selalu berada di ambang kejayaan tanpa pernah benar-benar mengangkat trofi Piala Dunia.

“Saya menjagokan Belanda karena mereka dikenal sebagai tim ‘Juara Tanpa Mahkota’. Justru itu yang membuat saya dan banyak pendukung lainnya terus berharap. Sudah terlalu lama Belanda menunggu, dan saya yakin Piala Dunia 2026 bisa menjadi momen mereka,” ujar Tersih.

Menurutnya, sejarah panjang De Oranje yang beberapa kali mencapai final namun gagal menjadi juara telah membangun karakter dan daya tarik tersendiri bagi para penggemarnya. Ia menilai generasi pemain Belanda saat ini memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing di level tertinggi.

Selain faktor sepak bola, Tersih juga melihat adanya kedekatan emosional antara masyarakat Maluku dan Belanda yang membuat tim berjuluk De Oranje itu memiliki banyak pendukung di daerah ini.

“Banyak masyarakat Maluku yang memiliki hubungan historis maupun kekeluargaan dengan Belanda. Karena itu, Belanda punya tempat khusus di hati sebagian masyarakat Maluku,” katanya.

Saat ditanya mengenai pemain favoritnya, Tersih menyebut nama Denzel Dumfries. Bek sayap kanan andalan Belanda itu dinilainya sebagai salah satu pemain kunci yang mampu membawa timnya melangkah jauh di turnamen.

“Dumfries pemain yang komplet. Dia punya fisik kuat, semangat bertarung tinggi, dan sangat aktif membantu serangan. Umpan silang serta kemampuannya menusuk dari sisi kanan bisa menjadi senjata penting Belanda untuk mencetak gol,” ungkapnya.

Tersih optimistis kombinasi pemain senior dan talenta muda yang dimiliki Belanda saat ini mampu membawa mereka bersaing hingga fase akhir turnamen. Bahkan, ia percaya Piala Dunia 2026 dapat menjadi panggung bagi Belanda untuk menghapus label ‘Juara Tanpa Mahkota’ yang selama ini melekat.

“Sudah waktunya Belanda menuntaskan penantian panjang itu. Saya berharap tahun 2026 menjadi tahun bersejarah bagi Belanda dan seluruh pendukungnya di dunia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *