Berantas Narkoba lewat Deteksi Dini Tes Urine, Lapas Wahai Periksa Kesehatan Warga Binaan Baru
Wahai, Salawaku— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai laksanakan tes urine dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap Warga Binaan baru atas berinisial RHT, Selasa (19/5) malam. Langkah ini diambil sebagai deteksi dini untuk memastikan seluruh penghuni baru yang masuk ke blok hunian bersih dari narkotika dan dalam kondisi fisik prima.
Pemeriksaan yang berlangsung di ruang layanan kesehatan Lapas ini meliputi pengecekan indikasi zat adiktif melalui sampel urine, dan pemeriksaan fisik dasar, seperti tekanan darah dan riwayat penyakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Warga Binaan baru tersebut dinyatakan sehat secara jasmani dan tidak memiliki riwayat penyakit bawaan.
Petugas Kesehatan Lapas Wahai, Fitri Rianti, mengonfirmasi seluruh parameter pemeriksaan narkotika menunjukkan hasil aman. “Kami telah melakukan tes urine secara menyeluruh terhadap RHT dan hasilnya negatif dari segala jenis zat narkotika. Selain itu, pemeriksaan kesehatan fisik lainnya juga menunjukkan kondisi yang sangat baik dan yang bersangkutan tidak memiliki riwayat sakit apapun,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menjelaskan prosedur pemeriksaan kesehatan dan tes urine ini merupakan standardisasi wajib bagi setiap Warga Binaan yang baru masuk ke Lapas Wahai.
“Setiap Warga Binaan baru harus melewati tahapan skrining kesehatan sebelum berbaur dengan Warga Binaan lainnya di blok. Pengetahuan mengenai riwayat kesehatan dan status bebas narkoba sangat penting bagi kami untuk menentukan langkah pembinaan kepribadian maupun kemandirian selanjutnya,” jelasnya
Senada, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan komitmen jajarannya dalam menjaga lingkungan Lapas tetap kondusif, aman, dan bersih dari peredaran gelap narkoba. “Deteksi dini yang konsisten, bahkan pada malam hari saat menerima Warga Binaan baru, adalah kunci utama dalam mencegah masuknya barang terlarang. Kami tidak akan melonggarkan pengawasan sedikit pun demi memastikan Lapas Wahai tetap dalam keadaan aman dan proses pembinaan berjalan optimal,” tegasnya.
Pemeriksaan kesehatan tersebut didokumentasikan sebagai data rekam medis awal Warga Binaan untuk mempermudah pemantauan kondisi fisik selama menjalani masa pidana di Lapas Wahai.


