Lapas Wahai Tuntaskan Perbaikan Sumur Bor, Warga Binaan Kini Lancar Mandi Hingga Ibadah
Wahai, Salawaku– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi Warga Binaan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memperbaiki dan mengoptimalkan sumur bor air bersih di area Lapas guna memastikan kebutuhan primer Warga Binaan terpenuhi dengan baik, Selasa (28/4) malam.
Perbaikan ini difokuskan pada mesin pompa dan jaringan pipa distribusi air yang sebelumnya mengalami penurunan fungsi. Langkah ini krusial mengingat air bersih menjadi kebutuhan mendasar bagi puluhan Warga Binaan, mulai dari kebutuhan memasak, mandi, mencuci pakaian, hingga keperluan wudu untuk salat di masjid Lapas.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menegaskan pemenuhan hak dasar Warga Binaan adalah prioritas utama. “Air adalah kebutuhan paling vital. Kami ingin memastikan Warga Binaan bisa mandi, mencuci, dan beribadah dengan nyaman tanpa kekurangan air. Perbaikan ini dilakukan menyeluruh, mulai dari mesin pompa hingga jaringan pipa ke area kamar hunian dan masjid,” ujar Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi itu.
Menurutnya, kebersihan diri dan sanitasi lingkungan adalah bagian dari pembinaan holistik. “Kebersihan adalah bagian dari pembinaan. Kami ingin memastikan Warga Binaan hidup sehat dan disiplin dalam menjaga kebersihan diri. Dengan perbaikan sumur bor ini, kami berharap tidak ada lagi kendala air untuk mandi, cuci, maupun wudhu,” ujarnya seraya menambahkan perbaikan tersebut juga sebagai upaya menjaga sanitasi lingkungan agar tetap higienis sesuai sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang pernah dilaksanakan.
Salah satu Warga Binaan berinisial AG mengungkapkan rasa syukur atas perbaikan tersebut. “Alhamdulillah, sekarang air sudah lancar lagi. Untuk salat, mandi, dan cuci tidak lagi ada kendala air,” tuturnya.
Warga Binaan lain, HB, mengungkapkan rasa syukurnya atas perbaikan tersebut. “Alhamdulillah, sekarang air sudah. Sebelumnya kami harus menghemat air karena aliran kecil. Sekarang mau salat, cuci piring, dan mandi sudah tidak susah lagi. Terima kasih bapak-bapak petugas yang sudah memperbaiki,” ucapnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi proaktifnya Lapas Wahai. “Pelayanan Pemasyarakatan yang humanis salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan dasar air bersih. Saya instruksikan kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan agar segera melakukan identifikasi kebutuhan dan mengambil langkah konkret melalui perbaikan sarana air bersih demi menjaga kebersihan dan kesehatan Warga Binaan,” tegasnya.
Dengan berfungsinya kembali sumur bor hunian, diharapkan Warga Binaan tetap menjalani masa pembinaan dengan layak, nyaman, dan sehat. Ini menjadi bukti nyata komitmen jajaran Lapas Wahai dalam memberikan pelayanan prima serta memastikan hak asasi setiap Warga Binaan terjamin dan berkelanjutan.


