Wujud Kemandirian Pangan, Warga Binaan Lapas Wahai Kembali Panen Sayuran Hidroponik

Wahai, Salawaku — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali tunjukkan komitmennya dalam program kemandirian pangan melalui panen kangkung hidroponik pada Senin, (13/4).

Pada panen kali ini, Warga Binaan berhasil memanen 20 ikat kangkung segar yang langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas.

Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, mengungkapkan pengelolaan lahan terbatas di Lapas melalui sistem hidroponik menjadi salah satu metode pembinaan yang efektif dan edukatif. Kebun pembinaan tersebut dimanfaatkan secara optimal dengan sistem hidroponik vertikultur.

“Warga Binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga dilatih untuk hal-hal baru dengan semangat, disiplin, bertanggung jawab, dan produktif dalam kegiatan bermanfaat,” ujar Merpaty.

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan hasil panen yang diperoleh memang tidak dalam jumlah besar, namun memberikan dampak yang signifikan. “Panen kangkung ini merupakan hasil kerja keringat Warga Binaan. Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas, kegiatan ini juga menjadi bekal keterampilan yang dapat mereka terapkan saat reintegrasi sosial nanti,” ungkapnya.

Tersih menambahkan keterbatasan ruang bukanlah kendala untuk tetap berinovasi dan menghasilkan sesuatu yang bernilai. “Hasil panen ini langsung kami distribusikan ke dapur baik untuk makan malam mereka ataupun untuk sarapan besok pagi. Yang pasti, kami mendukung penyediaan makanan sehat secara mandiri bagi Warga Binaan,” tambahnya.

Di tempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, terus memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan jajaran Pemasyarakatan dalam mengembangkan program pembinaan. Kegiatan ini relevan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan dan peningkatan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan.

“Panen kangkung di Lapas Wahai menunjukkan pembinaan berjalan secara nyata dan berdampak. Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan serta didorong untuk produktif dan mandiri, termasuk dalam memenuhi kebutuhan gizi melalui hasil pertanian sendiri. Kami mengapresiasi Lapas Wahai yang pekan lalu juga panen jagung,” puji Ricky.

Program ini menjadi wujud nyata pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 yang salah satunya berfokus pada pemberdayaan Warga Binaan untuk mendukung kemandirian pangan. Melalui panen awal pekan ini, diharapkan Warga Binaan Lapas Wahai makin terdorong untuk terus bersemangat, belajar, serta aktif dalam berbagai kegiatan positif untuk pemulihan hidup, kehidupan dan penghidupan di masa mendatang.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *