Kalapas Ambon: Bazar UMKM Jadi Panggung Produk Warga Binaan Tembus Pasar

Ambon, Salawaku — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, menegaskan bahwa pelaksanaan bazar UMKM menjadi langkah nyata dalam membuka peluang pasar bagi produk hasil karya warga binaan pemasyarakatan di Maluku.

Hal tersebut disampaikannya dalam laporan panitia pada kegiatan Bazar UMKM dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026 yang digelar di halaman Lapas Kelas IIA Ambon, Jumat (10/4/2026).

Dalam penyampaiannya, Sumarwoto mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas terselenggaranya kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi warga binaan.

“Kegiatan ini bertujuan menciptakan peluang pemasaran bagi produk warga binaan, sekaligus mendukung program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan bazar ini memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, serta sejumlah peraturan turunan lainnya dan arahan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62.

Bazar tersebut melibatkan total 25 stan yang terdiri dari unsur internal dan eksternal. Sebanyak 19 stan berasal dari internal pemasyarakatan, termasuk 17 stan produk dari Unit Pelaksana Teknis (UPT), satu stan layanan keimigrasian, serta satu stan dari Persatuan Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS).

Sementara itu, enam stan lainnya diisi oleh pelaku UMKM eksternal dan mitra, di antaranya dari komunitas usaha lokal serta layanan perbankan.

Seluruh rangkaian kegiatan dibiayai melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Tahun Anggaran 2026, dengan dukungan dari masing-masing UPT.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi mampu mendorong produk warga binaan agar lebih dikenal luas dan memiliki daya saing di pasar.

“Ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dan pelaku usaha,” tandasnya.

Bazar UMKM ini selanjutnya dibuka secara resmi oleh Pemerintah Kota Ambon, sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi dan pengembangan produk lokal di Maluku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *