CPNS Lapas Wahai Ikut Latsar, Babak Baru Penguatan Integritas Menuju Pemasyarakatan PRIMA

Wahai, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Maluku, memulai babak baru dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini ditandai dengan keikutsertaan lima orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2024/2025 dalam pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jumat (20/2).

Latsar ini menjadi momentum krusial untuk membentuk karakter CPNS agar menjadi aparatur yang tidak hanya profesional, tetapi juga berintegritas tinggi, sesuai dengan tata nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel).

Salah satu CPNS, Agus Wewra, menyatakan antusiasmenya mengikuti rangkaian Latsar. Menurutnya, ini bukan sekadar pelatihan formalitas, melainkan ajang pembentukan karakter. “Bagi saya, ini momen penting untuk membentuk pola pikir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disiplin dan bertanggung jawab. Saya ingin menyerap ilmu sebanyak-banyaknya untuk diterapkan dalam tugas sehari-hari di Lapas Wahai, terutama dalam pelayanan Warga Binaan,” ujarnya.

Kepala Urusan Tata Usaha, Abdul Azis, menegaskan bahwa keikutsertaan CPNS dalam Latsar merupakan langkah krusial untuk menciptakan administrasi yang bersih dan pelayanan PRIMA. “Kami berharap melalui Latsar ini, mereka tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas yang kuat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk karier mereka dan masa depan Lapas Wahai yang lebih berintegritas,” ungkap Azis.

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa Latsar adalah tahap fundamental untuk menanamkan kedisiplinan dan mentalitas petugas pemasyarakatan yang berwibawa.

“Integritas adalah harga mati. Melalui Latsar ini, saya berharap CPNS Lapas Wahai mampu menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN, memahami aturan, dan berani menolak segala bentuk penyimpangan sejak dini,” tegas Tersih.

Rangkaian Latsar yang dilakukan secara distance learning (pembelajaran jarak jauh) ini mencakup pembelajaran mandiri, seminar rancangan aktualisasi, aktualisasi di unit kerja hingga seminar pelaksanaan aktualisasi. Selama mengikuti Latsar, para CPNS akan dituntut untuk menunjukkan kinerja terbaik serta mempelajari tugas pokok dan fungsi di Lapas Wahai, khususnya dalam pengamanan dan pembinaan Warga Binaan.

Dengan dimulainya Latsar ini yang akan berakhir 22 Mei mendatang, diharapkan lahir tunas pemasyarakatan di Lapas Wahai yang PRIMA, disiplin, dan berdedikasi tinggi sejalan dengan komitmen Lapas Wahai dalam memperkuat SDM menuju Zona Integritas melalui pelayanan yang humanis dan Wilayah Bebas dari Korupsi, sekaligus mendukung transformasi pemasyarakatan di Maluku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *