Jasa Raharja Maluku Tetapkan Tiga Fokus Utama 2026: Keselamatan, Layanan Cepat, dan Kepatuhan Pajak

Ambon, Salawaku-PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Maluku menetapkan tiga fokus utama dalam menghadapi tahun 2026, yakni peningkatan keselamatan transportasi, percepatan layanan santunan kecelakaan, serta peningkatan kepatuhan masyarakat dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Maluku, Erwin Setia Negara, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/1/2026).

Menurut Erwin, keselamatan transportasi menjadi pekerjaan rumah pertama yang harus dikerjakan bersama seluruh pemangku kepentingan guna menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Upaya pencegahan kecelakaan harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Fokus kedua, lanjut Erwin, adalah percepatan layanan santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas agar masyarakat mendapatkan kepastian jaminan secara cepat dan tepat.

Sementara fokus ketiga adalah peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor dan SWDKLLJ. Untuk mendukung hal ini, Jasa Raharja terus mendorong optimalisasi digitalisasi layanan Samsat melalui E-Samsat dan berbagai aplikasi digital lainnya.

“Masyarakat tidak perlu lagi datang dan mengantre di kantor Samsat. Cukup melalui aplikasi di handphone, pembayaran bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, bahkan di luar Maluku dan di luar jam layanan,” jelasnya.

Erwin juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan, karena dana tersebut akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah dan santunan kecelakaan lalu lintas.

Terlebih, dengan diberlakukannya kebijakan opsen pajak, porsi pendapatan kabupaten dan kota kini lebih besar dibandingkan provinsi, sehingga dapat dimaksimalkan untuk pembangunan di daerah masing-masing.

“Kalau tingkat kepatuhan masyarakat tinggi, Maluku tidak perlu lagi bergantung pada transfer dana dari pusat. Kita bisa mengelola dan membangun daerah kita sendiri,” tegas Erwin.

Terkait wilayah dengan klaim kecelakaan tertinggi, Erwin menyebut Kota Ambon masih mendominasi karena jumlah penduduk dan tingkat mobilitas yang tinggi. Meski demikian, peningkatan kasus kecelakaan juga tercatat di sejumlah daerah lain.

“Pada tahun 2025 kemarin, Bula dan Masohi menunjukkan peningkatan klaim kecelakaan yang cukup signifikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *