Saparua, Salawaku – Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua kembali melaksanakan kegiatan ibadah kunci usbu di gereja Lapas Saparua sebagai bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Ibadah ini diikuti oleh pegawai serta warga binaan yang beragama Kristen dan berlangsung dalam suasana khidmat, tertib, dan penuh penghayatan rohani.l Sabtu (1/1/2026)
Ibadah dipimpin oleh salah satu warga binaan yang dipercaya untuk melayani, dengan pembacaan firman Tuhan, Lukas 21:34–36. Rangkaian ibadah diawali dengan lagu pembukaan yang dilanjutkan doa pembuka, kemudian pujian, doa pembacaan Alkitab, serta pembacaan firman Tuhan. Seluruh rangkaian ibadah diikuti dengan tertib oleh peserta sebagai wujud kesungguhan dalam beribadah.
Dalam renungan singkatnya, pemimpin ibadah menyampaikan pesan utama dari Lukas 21:34–36 tentang pentingnya berjaga-jaga dan berdoa agar hati tidak menjadi tumpul oleh kesenangan duniawi, seperti pesta pora, kemabukan, dan berbagai kekhawatiran hidup. Firman Tuhan tersebut mengingatkan agar setiap orang percaya senantiasa waspada dan hidup tidak serupa dengan dunia, sehingga siap menghadapi kedatangan Tuhan yang datang secara tak terduga, seperti jerat.
“Melalui Lukas ini kita diingatkan untuk terus berjaga-jaga dan berdoa, supaya hati kita tidak dikuasai oleh hal-hal duniawi. Kita diajak untuk berserah penuh kepada Tuhan agar mampu luput dari malapetaka dan tetap berdiri teguh di hadapan Anak Manusia,” ungkapnya.
Ibadah kemudian dilanjutkan dengan lagu pengiring persembahan syukur, doa syafaat yang berisi pergumulan dan harapan, serta pujian penutup sebelum ditutup dengan doa berkat. Seluruh rangkaian ibadah menjadi sarana refleksi diri bagi warga binaan untuk memperkuat iman dan membangun karakter yang lebih baik.
Staf Pembinaan Kepribadian Lapas Kelas III Saparua, Florianty Talakua, yang turut mengikuti jalannya ibadah, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan ini memiliki peran penting dalam proses pembinaan warga binaan. “Ibadah kunci usbu ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk sikap, mental, dan spiritual warga binaan agar lebih siap menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ibadah rutin ini, Lapas Saparua terus berkomitmen menghadirkan pembinaan rohani yang berkelanjutan, sebagai upaya menumbuhkan kesadaran, ketenangan batin, serta nilai-nilai kehidupan yang positif bagi warga binaan.






