BPJN Maluku Siaga Antisipasi Cuaca Ekstrim Jelang Nataru

Ambon, Salawaku– Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku siaga mengantisipasi cuaca ekstrim di Maluku.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJN Maluku, Yana Astuty pada peringatan Hari Bhakti PU ke -80, Rabu (3/12/2025).

Menurutnya, dengan penanganan cuaca ekstrem di Maluku,  akhir-akhir ini hujan terus-menerus mengguyur wilayah Maluku. Secara geografis, Maluku juga memiliki kontur kepulauan yang berdekatan dengan sesar, gunung berapi, dan potensi bencana lainnya.

“Karena itu, kesiapan kami dalam menghadapi cuaca ekstrem difokuskan pada beberapa langkah utama.  Pertama, memastikan kesiapan seluruh infrastruktur yang menjadi tanggung jawab kami. Kedua, penguatan koordinasi dan komunikasi antar lembaga terkait, sehingga apabila terjadi situasi yang tidak diinginkan, kami dapat melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi. Selanjutnya, kami juga memastikan ketersediaan logistik dan sumber daya, termasuk kesiapan alat berat, sehingga jika terjadi kondisi darurat, peralatan tersebut dapat segera digunakan untuk mendukung penanganan bencana. Kami juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi pada seluruh lokasi rawan bencana agar langkah mitigasi bisa dilakukan sejak dini,” Tandasnya.

Sementara untuk menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), khususnya di bidang Bina Marga—jalan dan jembatan.

“kami memastikan bahwa seluruh ruas jalan dan jembatan berada dalam kondisi prima. Tujuannya agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lancar, aman, dan nyaman, sehingga bisa bersilaturahmi dengan keluarga pada akhir tahun ini dan tiba di tempat tujuan dengan selamat, insyaallah,” Akuinya.

Terkait realisasi penanganan tahun 2025, sesuai dengan penganggaran khusus tahun 2025, insyaallah capaian juga dapat mencapai sekitar 99%. Artinya, hampir seluruh target yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara optimal.

“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa program IGD yang sedang berjalan terdiri dari dua mekanisme, yaitu single year dan multiyears. Program single year selesaikan dalam satu tahun anggaran, sedangkan program multiyears dilaksanakan bertahap melampaui satu tahun anggaran,” Akuinya.

Beberapa daerah seperti Seram Bagian Timur (SBT), Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah, Kepulauan Aru, dan Kota Ambon termasuk dalam kategori proyek yang menggunakan mekanisme multiyears. Karena itu, penyelesaiannya tidak dapat selesai tahun ini, sesuai ketentuan penganggaran, dan ditargetkan rampung pada tahun 2027.

Namun demikian, ada sejumlah paket IGD yang masuk dalam tahap pertama, dan insyaallah dapat kami selesaikan pada akhir Desember tahun ini.

“Salah satu contohnya adalah pekerjaan di Pulau Saparua, khususnya di ruas Gunung. Kebetulan pula, wilayah tersebut akan menjadi salah satu lokasi persiapan dalam rangka menyambut perayaan Natal Sedunia, insyaallah,” Katanya.BPJN Maluku Siaga Antisipasi Cuaca Ekstrim
Ambon, Salawaku- Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku siaga mengantisipasi cuaca ekstrim di Maluku.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJN Maluku, Yana Astuty pada peringatan Hari Bhakti PU ke -80, Rabu (3/12/2025).
Menurutnya, dengan penanganan cuaca ekstrem di Maluku, akhir-akhir ini hujan terus-menerus mengguyur wilayah Maluku. Secara geografis, Maluku juga memiliki kontur kepulauan yang berdekatan dengan sesar, gunung berapi, dan potensi bencana lainnya.
“Karena itu, kesiapan kami dalam menghadapi cuaca ekstrem difokuskan pada beberapa langkah utama. Pertama, memastikan kesiapan seluruh infrastruktur yang menjadi tanggung jawab kami. Kedua, penguatan koordinasi dan komunikasi antar lembaga terkait, sehingga apabila terjadi situasi yang tidak diinginkan, kami dapat melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi. Selanjutnya, kami juga memastikan ketersediaan logistik dan sumber daya, termasuk kesiapan alat berat, sehingga jika terjadi kondisi darurat, peralatan tersebut dapat segera digunakan untuk mendukung penanganan bencana. Kami juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi pada seluruh lokasi rawan bencana agar langkah mitigasi bisa dilakukan sejak dini,” Tandasnya.
Sementara untuk menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), khususnya di bidang Bina Marga—jalan dan jembatan.
“kami memastikan bahwa seluruh ruas jalan dan jembatan berada dalam kondisi prima. Tujuannya agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lancar, aman, dan nyaman, sehingga bisa bersilaturahmi dengan keluarga pada akhir tahun ini dan tiba di tempat tujuan dengan selamat, insyaallah,” Akuinya.
Terkait realisasi penanganan tahun 2025, sesuai dengan penganggaran khusus tahun 2025, insyaallah capaian juga dapat mencapai sekitar 99%. Artinya, hampir seluruh target yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara optimal.
“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa program IGD yang sedang berjalan terdiri dari dua mekanisme, yaitu single year dan multiyears. Program single year selesaikan dalam satu tahun anggaran, sedangkan program multiyears dilaksanakan bertahap melampaui satu tahun anggaran,” Akuinya.
Beberapa daerah seperti Seram Bagian Timur (SBT), Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah, Kepulauan Aru, dan Kota Ambon termasuk dalam kategori proyek yang menggunakan mekanisme multiyears. Karena itu, penyelesaiannya tidak dapat selesai tahun ini, sesuai ketentuan penganggaran, dan ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Namun demikian, ada sejumlah paket IGD yang masuk dalam tahap pertama, dan insyaallah dapat kami selesaikan pada akhir Desember tahun ini.
“Salah satu contohnya adalah pekerjaan di Pulau Saparua, khususnya di ruas Gunung. Kebetulan pula, wilayah tersebut akan menjadi salah satu lokasi persiapan dalam rangka menyambut perayaan Natal Sedunia, insyaallah,” Katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *