Evaluasi Hasil Bimbingan Keterampilan Barista, Bapas Ambon Lakukan Uji Praktek Klien

Ambon, Salawaku– Setelah mengikuti pelatihan barista selama empat hari, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon menggelar ujian praktek bagi para klien sebagai bentuk evaluasi akhir dari bimbingan keterampilan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana klien memahami materi dan keterampilan yang telah diberikan selama pelatihan, Jumat (12/9).

Sebagai bentuk evaluasi dan penilaian atas hasil pembimbingan tersebut, Kepala Bapas Ambon, Ellen M. Risakotta, secara langsung memantau dan melakukan uji praktik kemampuan barista kepada para klien yang telah mengikuti pelatihan. Kegiatan ini berlangsung di Balai Pelatihan dan Produktifitas (BPVP) Ambon diikuti oleh sejumlah klien yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan intensif dalam bidang peracikan kopi.

“Kami ingin melihat secara langsung sejauh mana klien mampu menerapkan teknik-teknik penyajian kopi yang telah mereka pelajari selama pelatihan. Ujian praktik ini menjadi tolak ukur bagi kami untuk menilai apakah materi yang disampaikan benar-benar dipahami dan disimak dengan baik oleh klien. Penilaian didasarkan pada apa yang telah mereka ikuti selama empat hari pelatihan, baik dari sisi teknik maupun sikap kerja.”

Sementara itu, Kepala BPVP Ambon, Yustianto, mengapresiasi semangat para klien dalam mengikuti pelatihan dan berharap agar keterampilan ini bisa dikembangkan secara berkelanjutan.

“Kami melihat potensi besar dari para klien Bapas Ambon. Dengan pelatihan yang tepat dan semangat yang terus dijaga, mereka bisa menjadi barista profesional bahkan membuka usaha sendiri,” ungkap Yustianto.

Menutup kegiatan, Kepala Bapas Ambon, menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPVP Ambon atas kerja sama yang telah terjalin. Ia juga mengapresiasi semangat para klien yang telah mengikuti pelatihan dengan antusias dan menunjukkan kemauan untuk belajar.

“Terima kasih untuk BPVP Ambon yang sudah bekerja sama dengan kami di Bapas Ambon. Juga buat para instruktur barista yang sudah sabar membimbing klien selama pelatihan. Saya apresiasi juga untuk teman-teman klien, kalian sudah semangat belajar dan mau mencoba hal baru. Ini jadi modal bagus untuk melangkah ke depan,” ujar Ellen.

Klien yang mengikuti kegiatan ini akan diberikan sertifikat pelatihan sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang telah mereka pelajari, sekaligus menjadi bekal administratif jika mereka ingin melamar kerja atau membuka usaha di bidang kopi ke depannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *