Kapolsek Nusaniwe Mediasi Kasus Tindak Pidana Pengancaman di Air Salobar
Ambon, Salawaku– Kapolsek Nusaniwe, Senin (8/9/2025) sekitar pukul 19.00 WIT, bertempat di Polsek Nusaniwe Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, melakukan kegiatan Pertemuan dalam rangka mediasi tindakan Pengancaman dengan benda tajam (parang) di Air Salobar pada tanggal 3 September 2025, tanggal 6 September 2025 dan tanggal 7 September 2025.
Kegiatan tersebut merupakan langkah cepat Polsek Nusaniwe dalam mengantisipasi terjadinya aksi pengancaman lanjutan yang berunjung pada Gangguan Kamtibmas di Wilayah Hukum Polsek Nusaniwe.
Hadir dalam kegiatan dimaksud,
Kapolsek Nusaniwe AKP. Johan Anakotta, Kanit Intelkam Polsek Nusaniwe Aiptu. F. beda bungan, S.sos, Kasubnit IV Sat Intelkam Polresta P. Ambon Aipda. D. Umar.
Masyarakat Air Salobar epala Pemuda Air Salobar Bpk Epang Loupatty, Sdr. Marco Haumahu, Sdr. Rifai Haumahu, Sdr. Opin Lewohab dan Pihak Pohon Mangga Air Salobar, Sdr. Dino Borut, Sdr. Abas Borut, Sdr. Andi Kaliki, Sdr. Riski Riman, Sdr. Moldi Borut.
Kapolsek Nusaniwe menjelaskan, kejadian itu berawal di Air Salobar pada tanggal 6 September 2025 dimana sebelumnya pada tanggal 3 September 2025, sekitar pukul 16.15 WIT, Sdr. Moldi Borut sedang minum sopi bersama rekannya Sdr. Alex Haumahu. Saat itu, Sdr. Rifai Haumahu memerintahkan Sdr. Moldi Borut dengan nada kasar untuk menyiram sopi kepada rekan-rekannya, merasa direndahkan, Sdr. Moldi Borut marah dan mensekap rahang Sdr. Rifai Haumahu.
Kemudian pada tanggal 6 September 2025, bahwa Sdr. Marco Haumahu mencari Sdr. Moldi Borut dengan Benda tajam (parang) di Air Salobar tempat rujak.
Selanjutnya ketika tanggal 7 September 2025 pukul 07.20 WIT, karena merasa terancam dicari oleh Sdr. Marco Haumahu maka Sdr. Moldi Borut bersama 5 rekannya mendatangi Sdr. Marco Haumahu di samping Kantor Kelurahan Nusaniwe untuk klarifikasi. Namun Sdr. Marco Haumahu tidak hadir.
Dalam mediasi itu, Kapolsek Nusaniwe AKP. Johan Anakotta, menyampaikan, sebagai Kapolsek Nusaniwe, saya hadir untuk memfasilitasi pertemuan ini dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara kedua pihak terkait tindakan pengancaman dengan menggunakan benda tajam (parang).
“Perlu saya sampaikan bahwa Polsek tidak berpihak kepada salah satu pihak, tetapi bertugas sebagai penengah agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik, damai, dan tidak berlanjut menjadi hal-hal yang lebih besar.
Harapan saya, kedua pihak bisa menyampaikan keterangan dengan jujur, terbuka, dan dengan kepala dingin.
Kita semua bersaudara, mari kita ciptakan suasana aman, tertib, dan kondusif di wilayah Nusaniwe,”. Harapnya.
Sementara itu, Kasubnit IV Sat Intelkam Polresta P. Ambon AIPDA. D. Umar,
Ia ingin menyampaikan bahwa dari setiap peristiwa pasti ada hikmah yang bisa di ambil, permasalahan yang tadi terjadi hendaknya jangan lagi diperpanjang, tetapi justru menjadi pelajaran berharga agar lebih dewasa dalam menyikapi persoalan.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat hubungan antarwarga. Jangan sampai perbedaan kecil merusak persaudaraan yang sudah terjalin. Kami dari pihak Kepolisian mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita, kolaborasi yang baik antara masyarakat dengan aparat akan menciptakan situasi yang kondusif, aman, dan damai. Harapan saya, setelah mediasi ini tidak ada lagi dendam ataupun rasa curiga, tetapi yang ada hanyalah persaudaraan, saling menghargai, dan semangat untuk hidup rukun bersama,” harapnya.
Sementara itu Kanit Intelkam Polsek Nusaniwe AIPTU. F. Beda Bungan, S.sos mengungkapkan, bahwa berbeda paham adalah hal yang wajar terjadi dalam kehidupan sehari-hari namun, yang terpenting adalah jangan menyimpan masalah itu terlalu lama, jika dibiarkan berlarut-larut, hanya akan menimbulkan dendam dan memperbesar persoalan.
“Kita semua yang ada di sini pada dasarnya saling mengenal, bahkan banyak yang memiliki hubungan kekerabatan, karena itu tidak baik jika sesama saudara, tetangga, atau teman justru terlibat perselisihan. Mari kita saling membantu, saling mendukung, dan menjaga hubungan baik, dengan begitu suasana di lingkungan kita akan tetap aman, rukun, dan nyaman bagi semua,” ujarnya.
Kepala Pemuda Air Salobar Bpk. Epang Loupatty berharap kejadian seperti kemarin jangan sampai terulang lagi, hal itu tidak membawa manfaat, justru merugikan bersama.
“Mari kita sebagai generasi muda ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah kita masing-masing, dengan sikap saling menghargai dan peduli, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, rukun, dan nyaman untuk semua,”ajaknya.
Diakhir mediasi, Kapolsek kembali menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah hadir dan bersedia duduk bersama dalam pertemuan ini, apa yang di lakukan hari ini adalah langkah terbaik agar persoalan tidak semakin besar.
“Saya berharap setelah pertemuan ini tidak ada lagi rasa dendam atau saling mencari kesalahan. Jadikan kejadian kemarin sebagai pelajaran, agar ke depan kita lebih dewasa menyelesaikan masalah. Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban di wilayah Nusaniwe. Semua pihak harus saling menghormati dan menjaga hubungan baik, karena kita semua bersaudara, dengan kebersamaan, wilayah kita akan tetap aman, rukun, dan kondusif,” ajaknya.
Dengan demikian disimpulank dari pertemuan tersebut permasalahan yang terjadi hanyalah akibat dari mis komunikasi antar pribadi, sehingga tidak perlu diperbesar.
“Masalah orang per orang jangan dibawa ke ranah SARA, terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu melerai kejadian,” katanya.
Semua pihak sepakat untuk menjaga situasi yang kondusif, sebagai orang dewasa kita harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak dan generasi muda.
“Tidak ada lagi perpecahan antara warga Pohon Mangga dan Air Salobar, kita harus tunjukkan bahwa Nusaniwe sudah modern, menolak segala bentuk kekacauan, dan siap hidup rukun. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak mengulangi perbuatan yang dapat menimbulkan keributan, serta bersama-sama menjaga kamtibmas di wilayah Nusaniwe,” tambahnya


