Pemberdayaan Narapidana Melalui Produksi Dipan: Inovasi Pembinaan Lapas Ambon

Ambon, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ambon, yang berada di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, terus mengembangkan program pembinaan keterampilan kerja bagi para peserta pembinaan, Jumat (29/08). Salah satu kegiatan unggulan yang saat ini dijalankan adalah pembuatan dipan dari bahan besi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan bekal kemampuan baru, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi mereka maupun pihak Lapas.

Dengan memanfaatkan bahan besi baru dan bekas, para warga binaan dilatih untuk menciptakan berbagai produk kerajinan berkualitas tinggi. Program ini merupakan implementasi dari akselerasi kebijakan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang menekankan penguatan dan peningkatan pendayagunaan narapidana dalam menghasilkan produk bernilai ekonomi, khususnya sektor UMKM.

Proses pembuatan dipan dilakukan di bengkel kerja Lapas Ambon, dimulai dengan pemotongan pipa besi sesuai ukuran yang dibutuhkan. Para anggota pelatihan kerja dibekali dengan berbagai alat seperti mesin bor, alat pemotong dan pemoles besi, serta alat las untuk menunjang kelancaran proses produksi. Setelah bagian-bagian dipan selesai dipotong, tahap selanjutnya adalah perakitan menggunakan siku besi dan pengelasan untuk memastikan kekuatan dan stabilitas produk.

Dalam tiga hari terakhir, warga binaan berhasil menyelesaikan satu unit dipan besi berukuran 2 × 1 meter yang dikombinasikan dengan tripleks. Produk ini merupakan pesanan dari salah satu keluarga petugas Lapas untuk digunakan sebagai tempat tidur.

Kepala Lapas Ambon, Herliadi, memberikan apresiasi terhadap semangat para warga binaan dalam mengikuti kegiatan ini. “Kami sangat mendukung setiap bentuk pembinaan yang memberikan manfaat nyata. Kegiatan pembuatan dipan ini bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan rasa percaya diri mereka. Harapan kami, mereka bisa kembali ke masyarakat dengan bekal yang bermanfaat dan siap berkontribusi secara positif,” ujar Herliadi.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Nober, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan para peserta pembinaan. “Melalui pelatihan kerja seperti ini, mereka tidak hanya belajar teknik produksi, tetapi juga membangun mental kerja yang positif. Ini adalah bekal penting untuk kehidupan setelah masa pidana,” jelas Nober.

Salah satu warga binaan menyampaikan antusiasmenya, “Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Awalnya saya tidak tahu sama sekali, tapi sekarang saya sudah sangat paham cara membuat dipan.”

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku menyampaikan dukungannya terhadap program pembinaan produktif di Lapas Ambon. “Kami mendorong seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Maluku untuk terus berinovasi dalam pembinaan narapidana. Kegiatan seperti ini adalah wujud nyata dari transformasi pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemberdayaan. Produk yang dihasilkan menunjukkan bahwa mereka mampu berkarya dan layak diberi kesempatan kedua,” tegas Kakanwil Ditjenpas Maluku.

Dengan adanya kegiatan produktif ini, Lapas Ambon tidak hanya menjadi tempat menjalani masa pidana, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan keterampilan. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta pembinaan maupun masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *