Ambon, Salawaku-100 hari kerja pemerintahan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath mulai mendapat kritikan.
Kendati demikian, Ketua DPD Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) Provinsi Maluku, Subhan Pattimahu menyatakan bahwa 100 hari Pemerintahan HL & AV bukanlah ukuran keberhasilan bagi seorang kepala daerah.
Karena, jangka waktu itu adalah momentum bagi kepala daerah dalam meletakkan dasar pembangunan selama 5 tahun ke depan.
“100 hari Pemerintahan Pa Gubernur dan Pwa Wagub itu bukanlah ukuran keberhasilan bagi seorang kepala daerah.
Karena, jangka waktu itu adalah momentum bagi kepala daerah dalam meletakkan dasar pembangunan selama 5 tahun ke depan,” tandas Subhan, Minggu (1/6/2025).
Subhan yang kini masih menjabat ketua DPD KNPI Maluku selama 3 Periode ini mengatakan, perlu dipahami bahwa membangun Maluku ini tidak mudah baik dengan kondisi geografis dan karakteristik sebagai Daerah Kepulauan.
Olehnya itu perlu memberikan Kepercayaan, ciptakan kondisi kenyamanan dan keamanan di masyarakat agar Gubernur Maluku dapat kerja dengan tenang dan baik.
“Tentu kita sangat memahami jika ada kritikan masyarakat kepada pa Gubernur Hendrik Lewerissa Namun, perlu dipahami bahwa membangun Maluku ini tidak mudah baik dengan kondisi geografis dan karakteristik sebagai Daerah Kepulauan maka dari itu kita perlu memberikan Kepercayaan, ciptakan kondisi kenyamanan dan keamanan di masyarakat agar Gubernur Maluku dapat kerja dengan tenang dan baik,” tandas Subhan yang kini juga menjabat sebagai Ketua Harian DEPIDAR SOKSI Maluku.
Dirinya yakin pemerintahan Provinsi Maluku akan bekerja semaksimal mungkin untuk membangun Maluku, karena semangat yang ada pada diri dan pemerintahnya adalah semangat perubahan untuk Maluku pung Bae.
“Akan tetapi dengan berbagai macam tanggapan masyarakat di 100 kerja ini mengartikan bahwa Gubernur Maluku dapat mengukur optimisme masyarakat terhadap pemerintahan beliau,” tambah Politisi Golkar Maluku ini. (NN)






