Warga Binaan Lapas Tual Kembali Terima Premi, Bukti Pembinaan Kemandirian Berhasil Hasilkan Cuan

Langgur, Salawaku– Warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual kembali merasakan hasil dari kerja keras mereka di balik jeruji besi sebanyak 750 Ribu Rupiah, Rabu (17/12/2025).

Mereka menerima premi, atau upah, atas penjualan produk-produk kerajinan tangan bernilai ekonomi yang dibuat dalam program pembinaan kemandirian Lapas Kelas IIB Tual.

Penyerahan premi ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tual, sebagai bentuk apresiasi dan pemenuhan hak bagi para pekerja, sesuai dengan amanat Undang-Undang Pemasyarakatan. Upah yang diberikan merupakan bagian dari keuntungan hasil penjualan produk, di mana sebagian diserahkan kepada WBP, dan sisanya digunakan untuk modal bergulir serta operasional.

Baca juga :  Kapolsek Nusaniwe Silaturahmi dan Sambang Warga di Lorong Choker Kudamati

“Upah atas suatu pekerjaan merupakan hak bagi seorang pekerja, sama halnya dengan warga binaan. Ini adalah wujud nyata dari transparansi dan pemberdayaan yang kami terapkan,” ujar Nurchalis.

Tujuan utama dari pemberian upah ini bukan sekadar insentif finansial semata, melainkan juga untuk menumbuhkan semangat kemandirian dan memberikan bekal keterampilan praktis bagi warga binaan. Diharapkan, setelah bebas nanti, mereka memiliki keahlian dan kepercayaan diri untuk mandiri dalam sektor perekonomian dan berintegrasi kembali dengan masyarakat secara produktif.

Baca juga :  Lapas Perkuat Pelayanan Publik 2026 Lewat Layanan Kesehatan Gratis Bagi Pengunjung

Salah seorang warga binaan, Arki, mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Selain mengisi waktu luang dengan bermanfaat, kami juga bisa menghasilkan uang sendiri dan memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik setelah keluar dari sini,” tuturnya.

Lapas Kelas IIB Tual terus berkomitmen untuk menciptakan warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap kembali ke masyarakat melalui berbagai program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *