Tegaskan Komitmen Integritas, Lapas Wahai Deklarasikan Ikrar Zero Halinar 2026

Wahai, Salawaku – Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai memperkuat komitmen integritas dengan mendeklarasikan dan menandatangani Ikrar Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) Tahun 2026, Jumat (17/4). Apel bersama yang diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan petugas ini menyatukan suara dalam tujuh poin ikrar tegas.

Poin utama ikrar jajaran Lapas Wahai menekankan pada pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di dalam maupun sekitar Lapas, serta menolak keras segala bentuk pungutan liar dan penipuan terhadap Warga Binaan maupun masyarakat. Lebih lanjut, ikrar tersebut menegaskan larangan keras penggunaan handphone ilegal oleh Warga Binaan. Pihak Lapas hanya mengizinkan pemanfaatan layanan Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan) sebagai fasilitas resmi.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menekankan bahwa ikrar tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan kontrak integritas.

“Zero Halinar bukan sekadar slogan, melainkan bentuk sikap tegas dalam menolak segala bentuk pelanggaran didalam Lapas. Kegiatan ini merupakan bentuk kesadaran dan tanggung jawab jajaran untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan kondusif sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan profesional kepada publik,” ujar Tersih.

Ia pun menambahkan bahwa prinsip Zero Halinar ditegaskan sebagai harga mati yang wajib diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. “Apabila ada petugas yang coba-coba bermain dan melanggar ikrar ini, maka konsekuensinya adalah siap menerima sanksi disiplin bahkan pemberhentian tidak hormat sesuai hukum,” tegasnya.

Komitmen ini sejalan dengan arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, untuk memastikan seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan bersih dari Halinar. “Kami mengapresiasi komitmen moral yang diikrarkan Lapas Wahai hari ini. Saya tegaskan bahwa ikrar zero halinar bukan sekadar ucapan atau deklarasi diatas kertas. Ini harus diimplementasikan secara nyata karena Zero halinar adalah keharusan untuk membangun kepercayaan masyarakat dan menciptakan pembinaan yang efektif. Seluruh jajaran di Lapas Wahai harus mampu menjaga integritas, profesional, dan bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur,” pesan Ricky melalui seluler saat dikonfirmasi.

Kegiatan apel bersama yang juga menghadirkan perwakilan Warga Binaan untuk menciptakan zona integritas dalam tembok Lapas itu, dalam Ikrar jajaran berjanji menjunjung tinggi integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme, yang kemudian dituangkan dalam tanda tangan seluruh petugas pada dokumen ikrar untuk menjadi bukti nyata dan komitmen kolektif Lapas Wahai dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang lebih maju dan berintegritas.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *