Tak Sebatas Rapat, Panja DPRD Kota Ambon Harus Punya Terobosan Atasi Masalah Sampah

Ambon, Salawaku– Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Alfredo Jansen Hehamahua meminta agar Panitia Kerja (Panja) DPRD Kota Ambon tidak hanya terfokus pada rapat semata.

Kendatipun rapat dilakukan dan rutinitas lainnya namun, panja harus dapat melahirkan terobosan yang nyata, melahirkan solusi-soliro yang konkrit untuk mengatasi masalah sampah khususnya dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi sampah rumah tangga.

“Panja ini jangan hanya jadi tempat rapat-rapat formal, tapi harus benar-benar menghasilkan solusi. Tetapi , bagaimana meningkatkan PAD dari sektor retribusi sampah,” tandasnya usai menghadiri rapat internal Panja DPRD Kota Ambon di Ruang Paripurna, Senin (21/7).

Menurutnya, sampai saat ini belum ada skema yang benar-benar efektif dalam pengelolaan dan penarikan retribusi sampah di Kota Ambon.

Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pelimpahan kewenangan pengelolaan dan penarikan retribusi kepada pemerintah kecamatan, negeri, dan kelurahan.

“Hari ini kita memang belum punya formula yang tepat, tapi kita coba memikirkan bagaimana mengimplementasikan pelimpahan kewenangan kepada kecamatan, negeri, dan kelurahan melalui kecamatan untuk melakukan penarikan retribusi dan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Diakuinya, banyak masyarakat masih keliru dalam memahami dasar pengenaan retribusi.

Sebagian besar menganggap retribusi mencakup pengangkutan sampah dari rumah ke TPS, padahal faktanya hanya dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Nah, ini yang banyak orang belum tahu. Padahal, kalau masyarakat sudah paham soal ini, paling tidak akan ada pemahaman soal pembagian tanggung jawab pengangkutan. Kita sedang coba pikirkan bagaimana implementasi pelimpahan kewenangan ke tingkat bawah. Karena retribusi hanya bisa berjalan kalau pelayanannya juga berjalan baik,” ujar kadis.

Kadis mengaku, terkait penyediaan kendaraan roda tiga (tosa) untuk negeri-negeri, tahun ini kita dapat bantuan dari PLN ada empat unit.

“Tapi PLN belum menyerahkan karena kita masih menyesuaikan jadwal dengan pihak JM PLN. Empat unit itu bertenaga listrik, tapi kita juga pertimbangkan karena sampah ini kan punya kandungan air yang bisa cepat merusak kendaraan, apalagi yang berbasis listrik. Jadi sementara kita upayakan semaksimal mungkin,” tambah Kadis. (Q)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *