Sentuh Hati Masyarakat, Warga Binaan Lapas Wahai Terima Bingkisan Kasih Usai Ibadah Minggu
Wahai, Salawaku – Suasana penuh haru dan khidmat menyelimuti Gereja Ebenhaezer Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Minggu (11/10). Usai melaksanakan ibadah Minggu rutin, seluruh Warga Binaan termasuk yang beragama Islam, dikejutkan dengan aksi solidaritas spontan dari perwakilan masyarakat luar yang datang membawa bingkisan kasih sebagai wujud simpati dan dukungan moral.
Program pembinaan kerohanian di Lapas Wahai terbukti berhasil mengetuk hati masyarakat sekitarnya. Perubahan perilaku, kedisiplinan, serta ketulusan para Warga Binaan dalam beribadah memicu simpati mendalam dari jemaat dan warga sekitar yang menyambangi Lapas melalui ibadah Minggu.
Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menyampaikan perhatian masyarakat ini merupakan buah positif dari konsistensi program reintegrasi sosial dan pembinaan mental spiritual yang selama ini digalakkan Lapas Wahai.
“Kami sangat mengapresiasi dan terharu atas perhatian masyarakat. Respons positif ini menjadi bukti nyata pembinaan kerohanian yang kami jalankan berdampak langsung pada perubahan karakter Warga Binaan. Ketika masyarakat melihat perubahan itu, ketulusan dan simpati pun hadir dengan sendirinya,” ujarnya.
Aksi sosial ini dipelopori oleh Yeni Maruanella, salah satu warga masyarakat yang kerap mengamati perkembangan program pembinaan di Lapas Wahai. Saat menyerahkan bantuan secara simbolis, ia tergerak oleh semangat kedamaian yang terpancar dari para Warga Binaan saat beribadah.
“Kami datang bukan karena berlebih, tetapi karena kasih dan rasa bangga melihat saudara-saudara kita di dalam sini begitu tekun beribadah dan mau memperbaiki diri. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak berjalan sendiri dan masyarakat di luar siap menyambut mereka kembali sebagai pribadi yang baru nanti,” ungkap Yeni.
Dukungan tersebut disambut haru oleh salah satu perwakilan Warga Binaan berinisial YS yang menerima bantuan tersebut. Ia tidak menyangka akan mendapat perhatian sebesar ini dari dunia luar selama menjalani masa pidananya. “Bantuan kasih ini memberikan kami kekuatan dan harapan baru untuk terus berbenah diri menjadi manusia yang lebih baik dan takut akan Tuhan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan dukungan masyarakat adalah pilar penting bagi keberhasilan Pemasyarakatan humanis.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Yeni dan seluruh masyarakat atas simpati yang diberikan kepada Warga Binaan kami. Hubungan harmonis antara Lapas, Warga Binaan, dan masyarakat adalah kunci utama suksesnya program reintegrasi sosial. Dukungan ini adalah asupan moral yang luar biasa agar mereka siap melangkah kembali ke tengah masyarakat sebagai insan yang taat hukum, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

