Rimaniar Julindra Nahkodai PIM Maluku, Siap Perkuat Peran Perempuan Jaga Ketahanan Bangsa

Jakarta, Salawaku – Semangat memperkuat peran perempuan dalam pembangunan nasional menggema dalam Forum Nasional Perempuan Indonesia yang digelar di Gedung Manggala Wiyatabakti Kementerian Kehutanan, Jakarta, pada 6–7 Mei 2026. Dalam momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Perempuan Indonesia Maju (PIM), Rimaniar Julindra resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PIM Maluku.

Pelantikan tersebut menjadi tonggak awal bagi PIM Maluku untuk memperluas kiprah perempuan di berbagai sektor strategis daerah. Rimaniar menegaskan komitmennya untuk mendorong perempuan Maluku semakin berdaya dan berkontribusi aktif dalam menjaga ketahanan bangsa.

“Hari ini saya dilantik sebagai Ketua DPD PIM Maluku. Saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Ketua Umum PIM Indonesia dan Luar Negeri, Ibu Lana T. Koentjoro, serta seluruh pengurus yang telah bersama-sama merintis organisasi ini di Maluku,” ujar Rimaniar.

Ia menilai kehadiran PIM di Maluku menjadi wadah penting dalam memperkuat peranan perempuan, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pembangunan masyarakat.

“Perempuan Maluku harus mampu menjadi kekuatan dalam menjaga ketahanan bangsa melalui berbagai sektor yang ada di daerah,” katanya.

Usai pelantikan DPD, PIM Maluku juga langsung bergerak memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kabupaten/kota. Dalam waktu dekat, pengurus DPD akan melaksanakan pelantikan dan pengukuhan 11 DPC kabupaten/kota di Maluku. Pada agenda Rakernas tersebut, turut dilantik DPC Kota Ambon yang dipimpin Lisa M. Wattimena.

Rimaniar berharap seluruh jajaran PIM di Maluku dapat bersinergi dalam mengimplementasikan program kerja hasil Rakernas II hingga ke daerah.

“Kami ingin memastikan seluruh program dari DPP dapat berjalan sampai tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Maluku,” tegasnya.

Forum Nasional Perempuan Indonesia sendiri mengangkat tema “Peran Perempuan Menjaga Ketahanan Bangsa” dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai organisasi perempuan, akademisi, komunitas, pelaku UMKM, aktivis sosial, hingga perwakilan kementerian dan lembaga.

Kegiatan tersebut dibuka Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifah Choiri Fauzi, yang hadir mewakili Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Rakernas menghadirkan berbagai diskusi strategis terkait kontribusi perempuan dalam ketahanan ekonomi keluarga, sosial budaya, lingkungan hidup, pendidikan, hingga transformasi digital. Sejumlah kementerian dan lembaga nasional turut ambil bagian sebagai narasumber, di antaranya Kementerian Kehutanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kebudayaan, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, hingga unsur pertahanan dan pendidikan.

Ketua Umum PIM, Lana T. Koentjoro, menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan bersama untuk menyatukan kekuatan perempuan Indonesia menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks.

“Perempuan Indonesia harus hadir sebagai kekuatan pemersatu bangsa, penjaga harmoni sosial, sekaligus motor penggerak perubahan,” ujar Lana.

Menurutnya, perempuan kini bukan lagi objek pembangunan, melainkan mitra strategis negara dalam menentukan arah kemajuan Indonesia.

Forum Nasional Perempuan Indonesia diikuti lebih dari 200 anggota PIM dari berbagai daerah dan luar negeri, serta sekitar 700 peserta umum dari berbagai organisasi perempuan, komunitas, akademisi, dan lembaga pemerintah. Kegiatan juga berlangsung secara hybrid sehingga dapat diikuti masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *