QRIS Maluku Melonjak 629 Persen, BI Dorong UMKM Perluas Pasar Digital
Ambon, Salawaku— Transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Maluku mencatat pertumbuhan signifikan. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi QRIS tumbuh 629,18 persen secara tahunan hingga Agustus 2026. Capaian ini menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Dorongan memperkuat ekonomi digital tersebut mengemuka dalam pembukaan Maluku Manggurebe 2026 di Pattimura Park, Kota Ambon, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan tahunan yang diselenggarakan Bank Indonesia ini memasuki tahun keenam dengan mengusung tema kreativitas dan inovasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono, dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus mempermudah transaksi.
Pertumbuhan transaksi QRIS tersebut menunjukkan semakin besarnya peluang digitalisasi dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, pemanfaatannya perlu terus diperluas melalui edukasi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha agar UMKM mampu mengikuti perkembangan pasar.
Sementara itu, dalam sambutan tertulis Gubernur Maluku yang dibacakan Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, pemerintah daerah menegaskan pentingnya memperkuat UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
Sadali menyampaikan, ekonomi Maluku tumbuh 5,31 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 5,16 persen pada triwulan sebelumnya.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi tersebut perlu diikuti penguatan sektor usaha produktif agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Menurutnya, Maluku memiliki potensi besar pada sektor perikanan, cengkeh, kelapa, produk olahan, wastra, dan kerajinan khas daerah. Potensi ini perlu dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi sehingga menghasilkan produk bernilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Kekayaan alam dan budaya Maluku, kata dia, tidak boleh hanya menjadi komoditas mentah. Pelaku usaha dituntut mengolah potensi tersebut menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing, didukung strategi pemasaran yang tepat dan pemanfaatan teknologi digital.
Pembukaan Maluku Manggurebe 2026 turut dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Wakil Ketua DPRD Maluku Aziz Sangkala, Ketua Dekranasda Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, serta perwakilan Bank Indonesia.
Maluku Manggurebe 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari lokakarya, perlombaan, promosi produk UMKM, hingga edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diharapkan memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring usaha, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kapasitas bisnis.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap UMKM. Dengan kolaborasi pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat, produk unggulan Maluku diharapkan mampu menembus pasar nasional sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

