Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi, Lima SPBU di Ambon Dibina

Ambon, Salawaku–  Pertamina memperketat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi di Kota Ambon. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan sekaligus memastikan BBM subsidi disalurkan tepat sasaran.

Sales Area Manager Retail Maluku Pertamina, Aria Aditya, mengatakan sepanjang 2026 pihaknya telah memberikan pembinaan kepada lima SPBU di Kota Ambon.

Hal tersebut disampaikan Aria kepada wartawan usai mengikuti rapat koordinasi bersama Polda Maluku di Mapolda Maluku, Senin (14/9/2026).

Menurut Aria, pembinaan tersebut merupakan bagian dari evaluasi Pertamina setelah aparat kepolisian menemukan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi beberapa waktu lalu.

“Beberapa minggu lalu memang ditemukan oleh Polda. Kami sangat mengapresiasi atas temuan tersebut. Ini menjadi refleksi diri kami di SPBU,” kata Aria.

Ia menegaskan Pertamina tidak akan memberikan ruang bagi SPBU yang terbukti terlibat atau turut serta dalam praktik penyelewengan BBM bersubsidi.

Jika ditemukan pelanggaran, Pertamina akan memberikan tindakan pembinaan secara tegas sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

“Apabila ada SPBU yang ikut campur atau turut serta dalam penyelewengan produk BBM bersubsidi, kami akan melakukan pembinaan yang tegas, mengacu kepada aturan regulasi SK BPH Nomor 64 Tahun 2011,” tegasnya.

Aria menyebutkan, pembinaan terhadap lima SPBU tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina memperkuat pengawasan di lapangan. Monitoring akan terus dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan sesuai aturan.

“Selama tahun 2026, kami sudah melakukan pembinaan kepada lima SPBU yang ada di Kota Ambon. Kami terus melakukan pembinaan dan monitoring sehingga harapannya ke depan hal-hal tersebut tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Selain pengawasan internal, Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan untuk mengantisipasi berbagai modus penyalahgunaan BBM subsidi.

Salah satu yang menjadi perhatian yakni praktik pengisian berulang dengan memanfaatkan barcode maupun sarana transaksi lainnya.

Di sisi lain, Pertamina memastikan ketersediaan BBM, LPG, dan minyak tanah di Maluku dalam kondisi aman. Ketahanan stok atau coverage day berada pada kisaran 11 hingga 30 hari dan terus diperkuat melalui pasokan dari Integrated Terminal Wayame.

Untuk mengurai antrean, terutama kendaraan logistik di SPBU, Pertamina juga meminta sejumlah SPBU memperpanjang waktu pelayanan dengan membuka operasional lebih awal.

Jika sebelumnya pelayanan dimulai sekitar pukul 07.00 WIT, sejumlah SPBU diminta mulai melayani sejak pukul 05.00 WIT.

Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat pelayanan kendaraan logistik sekaligus mengurangi kepadatan antrean pada jam-jam sibuk.

Pertamina memastikan pengawasan dan pembinaan terhadap SPBU akan terus diperketat sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan BBM sekaligus mencegah penyelewengan BBM bersubsidi di Maluku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *