Perkuat Kolaborasi Positif, Kalapas Geser Kunjungi Distan SBT

Geser, Salawaku, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser di bawah naungan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Maluku terus berupaya menjalin kolaborasi positif lintas instansi guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Lembaga Pemasyarakatan. Langkah strategis ini kembali ditunjukan Kalapas Geser, Mulyo Utomo, dalam kunjungannya ke Kantor Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dalam rangka berkoordinasi sekaligus bersinergi mendukung program ketahan pangan di Lapas Geser, rabu (30/7/2025).

Kedatangan Kalapas disambut langsung Kepala Dinas Pertanian, Sofyan Waraiya di ruang kerjanya. Dalam audiensi tersebut Kalapas menjelaskan, kunjungannya ini guna menjalin silaturahmi sekaligus berkoordinasi terkait program ketahanan pangan yang sedang di gencarkan Lembaga Pemasyarakatan.

“Saat ini seluruh Lapas/Rutan sedang gencar mewujudkan asta cita Presiden dan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), salah satunya terkait pemberdayaan warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan. Oleh karena itu kedatangan Saya ini untuk berkoordinasi dan meminta dukungan penuh Dinas Pertanian agar dapat memberikan sokongan bibit dan pupuk tanaman cabai dan sawi guna dibudidayakan dalam menunjuang proses pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Geser di bidang pertanian,” terang Utomo.

Lebih lanjut Kalapas juga mendiskusikan terkait arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), terkait aksi penanaman bibit pohon kelapa dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80 yang direncanakan digelar serentak pada Agustus 2025, bertepatan dengan peresmian Balai Latihan Kerja (BLK) di Nusa Kambangan yang akan dipimpin langsung Menimipas.

 

Kadis Pertanian mengapresiasi koordinasi yang dilakukan Kalapas Geser, menurutnya sinergi dan kolaborasi apik perlu dijalankan Lapas dan Distan dalam mendukung dan meningkatkan keterampilan warga binaan pada sektor pertanian. Merespon diskusi Kalapas, Kadis Pertanian mengakui jika anggaran pengadaan bibit dan pupuk tanaman tahun 2025 sedikit terbatas, lanjut Sofyan “hal tersebut juga dibeberkan Menteri Pertanian (Kementan) Amran Sulaiman, dimana alokasi dana untuk pupuk bersubsidi terus mengalami penurunan dari 2018 hingga 2025. selain mengalami penurunan ini juga dipengaruhi oleh keuangan daerah yang disesuaikan dengan anggaran yang ada. Untuk itu, kami akan meninjau kembali usulan Kalapas Geser perihal sokongan tersebut, lebih lanjut kami akan terus berkoordinasi terkait kerjasama ini guna menjaga korelasi positif antara Distan dan Lapas Geser yang telah terjalin”, terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *