Matangkan Peringatan Hari Santri Nasional 2026, PWNU Maluku dan PCNU Maluku Tengah Siapkan Rangkaian Kegiatan

Matangkan Peringatan Hari Santri Nasional 2026, PWNU Maluku dan PCNU Maluku Tengah Siapkan Rangkaian Kegiatan

 

Masohi, SALAWAKU – Menyambut peringatan Hari Santri Nasional, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Maluku bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Maluku Tengah mematangkan persiapan rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai 17 hingga 30 Oktober 2026.

Kegiatan diawali dengan ziarah makam sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama dan pendahulu yang telah berjasa dalam perjuangan serta pengembangan dakwah Islam.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dihadiri Rais Syuriah PWNU Maluku Ustadz. Abdurrahman Tuanaya, Lc, Ketua PWNU Maluku Dr. H. Yamin, Ketua GP Ansor Maluku Ridwan Nurdin, Wasekjen / Korwil GP Ansor Indonesia Timur Masyhuri Maswatu, Ketua PCNU Maluku Tengah Hasan Firdaus yang akrab disapa Gus Nanang, Rais Syuriah PCNU Maluku Tengah Ustadz H. A. Suwanut Alam Muharram, sekretaris PCNU, pimpinan Pondok Pesantren Mambus Sholihin, serta Penasehat Ansor Maluku Tengah, Rabu (14/10/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional terlaksana secara terencana, tertib, dan memberikan manfaat bagi santri, pesantren, serta masyarakat.

Ketua PWNU Maluku Dr. H. Yamin menegaskan bahwa peringatan Hari Santri tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai keislaman, kecintaan terhadap tanah air, dan kontribusi santri dalam pembangunan bangsa.

“Peringatan Hari Santri harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para ulama dan santri. Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat ukhuwah, menjaga tradisi keilmuan pesantren, serta meneguhkan peran santri dalam merawat persatuan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Yamin.

Menurutnya, kegiatan ziarah makam yang menjadi pembuka rangkaian peringatan memiliki makna penting dalam menanamkan penghormatan terhadap jasa para ulama dan pendahulu. Tradisi tersebut juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal sejarah perjuangan, meneladani keteguhan iman, serta melanjutkan pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara.

Ia berharap seluruh pengurus NU, badan otonom, pimpinan pesantren, santri, dan masyarakat dapat bersinergi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Semangat Hari Santri harus diwujudkan melalui kerja bersama, kepedulian sosial, penguatan pendidikan pesantren, dan komitmen menjaga kerukunan. Dengan kebersamaan, kita berharap peringatan ini tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi kehidupan umat dan masyarakat,” tambahnya.

Tinjau Kantor PCNU

Selain membahas agenda Hari Santri Nasional, Ketua PWNU Maluku juga meninjau Kantor PCNU Maluku Tengah. Peninjauan tersebut dihadiri jajaran pengurus PCNU Maluku Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi organisasi, melihat kondisi kantor, serta mendorong optimalisasi fungsi sekretariat dalam mendukung pelayanan dan kegiatan keumatan.

Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi antara pengurus wilayah dan pengurus cabang agar program-program organisasi dapat berjalan selaras dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PCNU Maluku Tengah Hasan Firdaus atau Gus Nanang menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional yang direncanakan berlangsung pada 17–30 Oktober 2026.

Menurutnya, ziarah makam menjadi kegiatan pembuka yang sarat makna, dilanjutkan dengan agenda-agenda berikutnya sesuai dengan susunan kegiatan yang telah dan sedang dimatangkan oleh panitia.

“PCNU Maluku Tengah berkomitmen mempersiapkan peringatan Hari Santri Nasional dengan sebaik-baiknya. Kami ingin seluruh rangkaian kegiatan menjadi ruang mempererat silaturahmi, mengenang jasa para ulama, memperkuat kecintaan terhadap pesantren, dan menumbuhkan semangat pengabdian di kalangan santri serta masyarakat,” ungkap Gus Nanang.

Ia menambahkan, dukungan dan koordinasi bersama PWNU Maluku, jajaran pengurus PCNU, pimpinan pondok pesantren, badan otonom, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Melalui rangkaian peringatan yang berlangsung hingga 30 Oktober, PCNU Maluku Tengah berharap semangat Hari Santri terus tumbuh sebagai kekuatan untuk menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkokoh persatuan, dan mendorong kontribusi santri bagi kemajuan daerah.

Peringatan Hari Santri Nasional pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan cinta tanah air.

 

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *