Lapas Wahai Gandeng Puskesmas Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan
Wahai, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga binaan melalui program Sinergi Aksi Pelayanan Aktif bagi Warga Binaan (SAPA-BINA).
Program tersebut dilaksanakan bersama Puskesmas Perawatan Wahai dengan menggelar pemeriksaan kesehatan rutin bagi warga binaan di area blok hunian, Jumat (25/9/2026).
Petugas medis dari Puskesmas Perawatan Wahai bersama perawat internal Lapas melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan warga binaan. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan fisik dasar serta konsultasi mengenai berbagai keluhan kesehatan yang dirasakan.
Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Menurutnya, melalui SAPA-BINA, pihak Lapas berupaya memastikan kondisi kesehatan warga binaan dapat dipantau secara rutin sehingga setiap keluhan bisa segera ditindaklanjuti.
“Melalui SAPA-BINA, kami ingin memastikan bahwa seluruh Warga Binaan mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak, cepat, dan proaktif. Kesehatan mereka adalah prioritas utama agar proses pembinaan selama berada di dalam Lapas dapat berjalan optimal,” ujar Tersih.
Perawat internal Lapas Wahai, Fajar Pradana Wisady, menambahkan bahwa pemeriksaan rutin juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap gangguan kesehatan warga binaan.
“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memantau rekam medis Warga Binaan secara proaktif. Dengan turun langsung menyapa dan memeriksa mereka, masalah kesehatan dapat dideteksi dan ditangani lebih awal sebelum menjadi kondisi yang lebih berat,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Kepala Puskesmas Perawatan Wahai, dr. Natalia Tetelepta, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus mendukung pelayanan kesehatan di Lapas.
Ia menyebut kerja sama antara Puskesmas dan Lapas menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan, termasuk pemeriksaan, pengobatan dan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat.
“Kami siap terus mendukung pemenuhan layanan medis, pengobatan, serta edukasi pola hidup bersih dan sehat bagi para Warga Binaan,” tutur Natalia.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan selama berada di Lapas Kelas III Wahai.

