Piru, Salawaku — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali melaksanakan Perayaan Natal bersama Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) DPC Seram Bagian Barat (SBB) yang diikuti oleh Warga Binaan, Jumat (19/12).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Piru ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24), dengan subtema mengingatkan bahwa karya keselamatan Allah nyata dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Ibadah Perayaan Natal dipimpin langsung oleh Pdt. H. Talarima, M.Th, selaku Ketua Klasis GPM Seram Barat. Dalam khotbahnya, Pdt. Talarima menegaskan bahwa Natal menjadi momentum refleksi iman bagi setiap orang, termasuk Warga Binaan, untuk mengalami pembaruan hidup. “Kasih dan keselamatan Allah tidak dibatasi oleh tempat dan keadaan. Natal mengingatkan kita bahwa Tuhan hadir dan bekerja dalam setiap keluarga dan kehidupan, termasuk di dalam lembaga pemasyarakatan,” ujarnya.
Suasana ibadah semakin khidmat dengan persembahan pujian dari Vokal Grup “Sola Fide” Warga Binaan Lapas Piru, yang menampilkan pujian dengan penuh penghayatan. Setelah ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Lapas Kelas IIB Piru Hery Kusbandono dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian dan reintegrasi sosial Warga Binaan. “Perayaan Natal ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi sarana pembinaan rohani yang bertujuan membentuk karakter, menumbuhkan harapan, serta mempersiapkan Warga Binaan agar mampu kembali dan diterima di lingkungan keluarga serta masyarakat,” tegas Kalapas. Ia juga mengapresiasi dukungan GAMKI SBB yang terus bersinergi dengan Lapas Piru.
Senada dengan itu, Ketua DPC GAMKI SBB Yabes Souhaly, menyampaikan komitmen GAMKI untuk terus bersinergi dengan Lapas Piru dalam kegiatan pembinaan kerohanian seperti ini. “Kami berharap perayaan Natal ini menjadi penguatan iman dan harapan baru bagi saudara-saudara Warga Binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat dengan nilai-nilai yang lebih baik,” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan, Marco yang mengikuti ibadah Natal turut mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami sangat bersyukur bisa merayakan Natal bersama. Ibadah ini memberi kami penguatan iman dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” tuturnya.
Melalui perayaan Natal ini, Lapas Kelas IIB Piru berharap nilai-nilai kasih, pengampunan, dan pembaruan hidup dapat terus tertanam dalam diri Warga Binaan sebagai bekal penting dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial.






