Lapas Namlea Perang Total Lawan Narkoba dan HP Ilegal, TNI-Polri Turun Kawal Razia Mendadak

Namlea, Salawaku– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea menunjukkan komitmen serius dalam memerangi peredaran handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan di dalam lapas. Bersama unsur TNI dan Polri, jajaran Lapas Namlea menggelar ikrar komitmen, razia mendadak, hingga tes urin bagi petugas dan warga binaan, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Pelaksana Harian Kepala Lapas Namlea, Mustafa La Abidin, dan melibatkan personel Kompi B Yonif 735 Nawasena serta Bhabinkamtibmas Desa Jikumerasa.

Dalam arahannya, Mustafa menegaskan bahwa jajaran pemasyarakatan tidak akan memberi ruang terhadap penyalahgunaan handphone, narkoba, maupun praktik pelanggaran lainnya di lingkungan lapas.

“Ikrar ini menjadi penegasan bahwa kami siap menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan handphone dan narkoba sesuai aturan yang berlaku,” tegas Mustafa.

Usai pelaksanaan ikrar dan penandatanganan komitmen bersama, petugas langsung melakukan razia mendadak di blok hunian warga binaan. Selain itu, tes urin juga dilakukan secara acak terhadap petugas dan warga binaan sebagai bentuk pengawasan internal.

Hasilnya, petugas tidak menemukan narkoba maupun handphone ilegal di dalam blok hunian. Sebanyak 15 orang yang menjalani tes urin juga dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Meski demikian, petugas tetap menyita sejumlah benda tajam yang ditemukan saat razia berlangsung demi menjaga keamanan dan ketertiban lapas.

“Ikrar ini bukan hanya seremonial, tetapi langsung kami tindak lanjuti dengan langkah nyata melalui razia dan tes urin. Alhamdulillah hasilnya nihil narkoba dan handphone,” tambah Mustafa.

Bhabinkamtibmas Desa Jikumerasa, Aipda Ahmad Latupono, turut mengapresiasi langkah cepat Lapas Namlea dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

“Narkoba adalah musuh bersama. Kalau barang-barang terlarang beredar bebas di lapas tentu sangat membahayakan keamanan. Syukurnya dalam razia ini tidak ditemukan narkoba,” ujarnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak seluruh lapas di Indonesia dalam mendukung program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta implementasi 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk menciptakan lapas yang bersih dari narkoba, handphone ilegal, dan praktik penipuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *