Lapas Geser Gelar Evaluasi Kinerja & Strategi Peningkatan Pelayanan Tahun 2025
Geser, Salawaku, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser menggelar rapat evaluasi kinerja pegawai tahun 2025 terkait tugas dan fungsi masing-masing subseksi yang bertempat di ruang aula kator Lapas Geser, Sabtu (20/12).
Rapat ini bertujuan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, pengembangan, dan peningkatan kinerja serta pelayanan prima di setiap subseksi dan berlangsung dengan tertib.
Dalam arahannya, Kepala Lapas Geser, Mulyo Utomo mengapresiasi kinerja seluruh jajaran selama tahun 2025 dan menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti arahan pimpinan demi perbaikan berkelanjutan menuju target kinerja 2026 yang lebih baik. Fokus utama adalah peningkatan profesionalisme, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan dan pembinaan Warga Binaan, selaras dengan arah kebijakan nasional dan Kementerian.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Refleksi Akhir Tahun dan Rapat Evaluasi Kinerja Tahun 2025 berjalan dengan lancar. Saya mengapresiasi kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran Lapas Geser sepanjang tahun ini. Meskipun banyak target telah tercapai, evaluasi ini menyoroti area yang perlu ditingkatkan, antara lain percepatan pembentukan Koperasi Primkopasindo, serta pengurusan sertifikat laik higienis dan jasa boga, sertifikat halal, dan izin klinik guna memperkuat tata kelola dan menjamin pelayanan prima bagi pengguna layanan dan Warga Binaan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Urusan Tata Usaha, Muhammad Alhamid, mengatakan bahwa hasil diskusi ini akan menjadi dasar bagi perbaikan berkelanjutan di Tahun 2026. Tentu dengan komitmen penuh untuk pelayanan prima yang lebih terukur, akuntabel, dan memberikan dampak nyata, baik bagi organisasi maupun bagi Warga Binaan.
“Kami berharap semua jajaran dapat meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, dan integritas. Secara umum, Lapas Geser telah mencapai berbagai target kinerja, terutama dalam bidang keamanan dan ketertiban, serta program kemandirian warga binaan, seperti budidaya hidroponik. Meskipun demikian, terdapat beberapa catatan perbaikan terkait efisiensi anggaran dan optimalisasi sumber daya manusia yang akan menjadi fokus utama di tahun mendatang. Untuk itu, diperlukan dukungan penuh pimpinan Lapas serta kerja sama seluruh jajaran guna optimalisasi penyelenggaran sistem pemasyarakatan di tahun 2026 ,” pungkasnya.