Langkah Baru Harapan Baru, Eks Warga Binaan Lapas Wahai Pulang Bawa Buku Tabungan

Wahai, Salawaku – Salah satu Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai inisial HM yang bebas pada Senin (15/12) tidak hanya kembali ke tengah masyarakat. Ia juga membawa bekal berharga berupa buku tabungan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berisi premi hasil jerih payah selama menjalani masa pidana.

Penyerahan buku tabungan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bekerja sama dengan pihak perbankan. Program ini bertujuan memberikan wadah yang aman dan transparan bagi Warga Binaan untuk menyimpan hasil premi kerja mereka dari berbagai kegiatan produktif di dalam Lapas, seperti kerajinan tangan, pertanian, atau pertukangan.

HM yang telah menjalani masa pidana selama 13 tahun tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku uang di buku tabungannya tersebut akan digunakan sebagai modal awal untuk membuka usaha.

Baca juga :  Lapas Perkuat Pelayanan Publik 2026 Lewat Layanan Kesehatan Gratis Bagi Pengunjung

“Saya sangat bersyukur. Uang tunai ini bisa langsung digunakan dan adanya tabungan ini membuat saya lebih tenang karena ada pegangan saat keluar nanti. Terima kasih untuk masa pembinaan yang sangat berharga bagi saya,” ungkap HM.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan inisiatif ini adalah wujud nyata komitmen institusi dalam mendukung kemandirian ekonomi para Warga Binaan pascabebas. “Kami berharap keterampilan dan tabungan yang terkumpul ini menjadi modal awal yang nyata bagi Warga Binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan mandiri setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasinya atas hal tersebut. Menurutnya, program ini dirancang untuk mengajarkan literasi keuangan sejak dini sehingga memungkinkan Warga Binaan untuk belajar mengelola pendapatan dan menabung.

Baca juga :  Kalapas Tual Ikut Penyusunan Target Kinerja dan Program Aksi Tahun 2026

“Pemberian buku tabungan tersebut adalah wujud nyata dari pembinaan berkelanjutan dan transparan yang kami terapkan di jajaran Pemasyarakatan, termasuk Lapas Wahai yang sukses menerapkannya. Kami ingin memastikan setiap Warga Binaan yang bebas memiliki modal untuk mandiri secara finansial sehingga mereka berkontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat,” tegas Ricky.

Melalui program ini, Lapas Wahai tidak hanya menjalankan fungsi pemidanaan, tetapi juga fungsi edukasi finansial dan reintegrasi sosial. Diharapkan bekal ini meminimalisir risiko residivisme dan membuka lembaran baru yang lebih cerah bagi masa depan para eks Warga Binaan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *