Kerajinan Batu Nisan Warga Binaan Lapas Tual Diminati Pasar, Pesanan Diserahkan ke Pembeli

Langgur, Salawaku– Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku menunjukkan hasil positif. Sejumlah pesanan batu nisan hasil ukiran tangan warga binaan pemasyarakatan (WBP) telah selesai dikerjakan dan diserahkan langsung kepada pembeli, Selasa (16/12/2025), menandai keberhasilan program asimilasi dan edukasi dalam lembaga tersebut.

Prosesi penyerahan dilakukan secara simbolis di area Lapas Tual, oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tual, kepada pembeli. Pesanan yang diserahkan bervariasi, mulai dari batu nisan standar hingga desain khusus dengan ukiran ornamen tertentu, yang semuanya dikerjakan dengan teliti oleh para warga binaan.

Baca juga :  Pimpin Penyusunan Target Kinerja Program Aksi 2026, Kakanwil Ditjenpas MalukuKakanwil Ditjenpas Malukue Berikan Penghargaan UPT Berprestasi

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur mengungkapkan kebanggaannya atas dedikasi dan keterampilan yang ditunjukkan oleh warga binaan.

“Ini adalah bukti nyata bahwa di balik tembok penjara, masih ada ruang untuk kreativitas dan produktivitas,” ujarnya. “Program ini tidak hanya memberikan keterampilan baru bagi mereka, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat dengan bekal keahlian yang bernilai jual”.

Pembeli, menyambut baik hasil karya tersebut. Ia mengapresiasi kualitas pengerjaan batu nisan yang dinilai rapi dan sesuai dengan permintaan. “Kualitasnya sangat baik, tidak kalah dengan produk di pasaran. Kami senang bisa mendukung program pembinaan di Lapas Tual,” ungkapnya.

Baca juga :  Pastikan Steril Narkoba, Lapas Wahai Perketat Pemeriksaan Urine Tahanan Baru

Kerajinan batu nisan ini merupakan bagian dari berbagai produk UMKM yang dihasilkan oleh Lapas Kelas IIB Tual, termasuk kerajinan lainnya. Pemasaran produk-produk ini terus diupayakan, salah satunya melalui kerja sama dengan pihak ketiga, sebagai bagian dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam penguatan pendayagunaan warga binaan.

Ricky Dwi Biantoro, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, mengatakan dengan adanya kegiatan ekonomi produktif ini, diharapkan warga binaan semakin termotivasi untuk berkarya dan memanfaatkan masa hukuman mereka secara positif, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *