Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Wahai Gali Sumur untuk Pengairan Lahan Pertanian
Wahai, Salawaku— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus berkomitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sebagai bentuk langkah konkret di lapangan, Lapas Wahai melakukan penggalian sumur guna memastikan ketersediaan pasokan air yang optimal bagi pengairan lahan pertanian, Selasa (22/9).
Langkah ini diambil untuk mengatasi kendala pengairan serta menjaga produktivitas tanaman hortikultura yang dikelola oleh Warga Binaan. Tidak hanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan sarana di dalam area Lapas, hasil dari optimalisasi lahan pertanian ini nantinya juga didedikasikan untuk membantu serta mendukung ketahanan pangan masyarakat di wilayah sekitar.
Dalam proses pengerjaannya, kegiatan pembuatan sumur ini dipantau secara langsung oleh petugas pembinaan guna memastikan seluruh sarana pendukung dapat berfungsi dengan baik. Salah satu staf, Rahmatsyah Latief Ode, menyampaikan bahwa ketersediaan sumber air yang stabil merupakan syarat utama dalam menjaga keberlanjutan budidaya pertanian.
“Air menjadi kebutuhan paling mendasar dalam pengelolaan lahan pertanian. Melalui penggalian sumur ini, kita pastikan proses penyiraman tanaman dapat berjalan rutin tanpa terhambat faktor cuaca. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktis bagi Warga Binaan mengenai pengelolaan sarana pertanian yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa keberadaan lahan pertanian Lapas Wahai harus memberikan dampak dan kemanfaatan yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.
“Penggalian sumur ini adalah upaya kita memperkuat sistem pengairan agar produksi hasil tani tetap stabil di musim kemarau. Sasaran utama kita bukan hanya mandiri secara internal, tetapi juga dapat berkontribusi langsung dalam mendukung ketahanan pangan warga masyarakat sekitar. Kita ingin Lapas Wahai hadir membawa manfaat nyata bagi sesama,” tutur Tersih.
Inisiatif ini pun mendapat apresiasi dari pimpinan wilayah. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan dukungan penuh atas keseriusan Lapas Wahai dalam mengoptimalkan potensi sarana pendukung pertanian.
“Langkah terobosan yang dilakukan ini sangat positif. Penyediaan sumber air untuk pengairan lahan pertanian ini menunjukkan komitmen kuat dalam menerjemahkan program pemasyarakatan yang produktif. Ketika hasil pertanian ini mampu menyasar kebutuhan masyarakat luas, disitulah fungsi pemasyarakatan sebagai agen pemberdayaan benar-benar terwujud,” tegas Ricky.
Melalui penggalian sumur pengairan ini Lapas Wahai optimis aktivitas bercocok tanam akan makin optimal dan memberikan hasil panen yang melimpah demi mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.

