Dirjen Gakkum ESDM Sentil 24 WNA di Gunung Botak
Ambon, Salawaku-Pemerintah pusat terus memperdalam penyelidikan terhadap aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, dengan fokus utama pada pemeriksaan 24 warga negara asing (WNA) yang telah diamankan pasca operasi penertiban.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini menurunkan tim penyidik khusus ke Pulau Buru guna mengusut dugaan keterlibatan jaringan tambang ilegal, termasuk menelusuri pihak-pihak yang berada di balik aktivitas tersebut.
“Tim penyidik sudah bekerja di lapangan dan pemeriksaan terhadap para WNA dilakukan secara intensif,” ujar Huwae.
Selain memeriksa para WNA, pemerintah juga mulai menelusuri kemungkinan keterlibatan aktor lokal maupun pihak berkepentingan yang diduga ikut bermain dalam aktivitas tambang ilegal di Gunung Botak.
Huwae menegaskan, penegakan hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu. Bahkan, jika ditemukan keterlibatan pejabat aktif maupun mantan pejabat daerah, proses hukum tetap akan dijalankan.
“Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran hukum di kawasan tambang ilegal Gunung Botak,” tegasnya.
Ia menilai langkah penertiban yang dilakukan aparat gabungan menjadi momentum penting untuk mengakhiri praktik eksploitasi ilegal yang selama ini merugikan negara dan mengancam keselamatan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Huwae juga mengapresiasi langkah Kodam XV/Pattimura dan Polda Maluku yang melakukan rotasi personel pengamanan di kawasan tambang Gunung Botak.
Menurutnya, rotasi personel sangat penting untuk menjaga objektivitas pengawasan sekaligus memperkuat upaya penegakan hukum di lokasi pertambangan ilegal tersebut.
Penanganan kasus Gunung Botak kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat menyusul dugaan keterlibatan jaringan terorganisir dalam aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tersebut.


